Selasa, 21 Januari 2014

Harga Minyak WTI Melemah dari 2 Minggu Tertinggi

Kabar mengenai harga minyak mentah untuk perdagangan sore hari ini tercatat mengalami pelemahan tipis. Di awal pekan ini komoditas energi tersebut terlihat hanya bergerak terbatas seiring dengan memburuknya data ekonomi China yang ditunjukan oleh penurunan GDP China untuk kuartal keempat 2013 yang melemah ke level 7,7% dan disaat yang bersamaan tingkat produktifitas sektor industri di bulan Desember 2013 di negara tersebut turun 0,3% menjadi 9,7%.

Sedangkan dari Timur Tengah, pihak pemerintah China akhirnya sepakat untuk membuka ruang adanya penutupan dan penghentian beberapa proyek nuklirnya sebagai bentuk kesepkatan dengan beberapa negara Barat dan PBB.

Harga minyak mentah berjangka saat ini turun 81 sen menjadi 93,56 dollar per barel. Sedangkan minyak mentah jenis Brent turun 35 sen menjadi 106,13 dollar per barel.

Untuk perdagangan malam hari ini, perdagangan minyak mentah di Amerika Serikat atau NYMEX akan mengalami libur perdagangan seiring dengan perayaan nasional hari Martin Luther King. Sedangkan untuk perdagangan esok hari harga minyak diperkirakan akan dipenuhi oleh beberapa sentimen fundamental dari data sentimen ekonomi Jerman dan faktor kebijakan moneter Jepang.

Sementara itu pada perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan yang cukup signifikan (21/01). Harga minyak tergerus dari level penutupan paling tinggi dalam dua minggu di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi dan output industri di China, konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia.

Harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar 1 persen di New York. Produksi pabrik di China mengalami peningkatan sebesar 9.7 persen di bulan Desember, ekspansi paling lambat dalam lima bulan belakangan.

Harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak Februari mengalami penurunan sebesar 94 sen dan ditutup pada posisi 93.43 dollar per barel. Harga minyak mentah tersebut akan jatuh tempo pada perdagangan besok.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami penurunan sebesar 13 sen dan ditutup pada posisi 106.35 dollar per barel. Harga sempat melemah sebesar 67 sen pada perdagangan tadi malam.

Harga minyak mentah berjangka jenis WTI tampak mengalami pergerakan yang akan cenderung melemah. Harga komoditas ini akan bergerak pada kisaran 91 – 95 dollar per barel.

Selasa, 07 Januari 2014

Minyak Masih Loyo Disaat Penguatan Emas

Kabar minyak pada perdagangan malam hari ini (6/1) harga minyak mentah terpantau mengalami kenaikan. Tren bearish untuk sementara terputus setelah komoditas energi tersebut memperoleh sentimen positif dari adanya peluang kenaikan permintaan bahan bakar di Amerika Serikat ditengah kondisi buruknya cuaca di sebagian besar wilayah di negara tersebut yang kini sedang dilanda oleh anjloknya temperatur hingga mendekati titik beku.

Disaat yang bersamaan, kondisi keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah Irak saat ini sedang dilanda perang sipil antara pihak Sunni dengan Syiah. Hal tersebut dikhawatirkan akan memberikan gangguan terhadap proses produksi dan distribusi minyak di negara tersebut.

Harga minyak mentah berjangka mengalami kenaikan 55 sen menjadi 94,51 dollar per barel. Sedangkan minyak mentah jenis Brent mengalami kenaikan 1,07 dollar menjadi 107,96 dollar per barel.

Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga minyak mentah untuk malam hari ini diperkirakan akan masih dapat berpeluang mengalami kenaikan jika data ISM non manufaktur dan factory orders AS untuk bulan Desember 2013 yang akan dilaporkan pada malam hari ini dilaporkan mengalami kondisi yang meningkat.

Technical Outlook 7 Januari 2014

Harga minyak mentah berjangka sampai dengan siang hari ini tercatat masih mengalami pelemahan. Turunnya harga minyak mentah disebabkan oleh turunnya data ISM non manufaktur untuk bulan Desember. Sedangkan harga emas masih bertahan di tren bullish-nya sejak pertengahan bulan Desember 2013.

Gold Analyzed by Vibiz Research

7januarigold

RSI berada di 65.3315yakni berada pada area buy (70). ADX berada di level 22.7333 dengan penekanan bullish.BB bergerak turundengan pola melebar, dimana candle berada di antara BB High dan BB Middle. Sementara itu, Parabolic SAR menunjukkan bias positif.

Indicator
RSI (14) = 65.3315
ADX = 22.7333
BB up = 1250.34
BB low= 1220.92
  
Resistance 3
1501.43
Suggest Level
Resistance 2
1447.83
Buy
1242.43
Resistance 1
1370.08
Target
1250.00
Pivot
1316.48
Stop Loss
1219.50
Support 1
1238.73
Sell
1199.00
Support 2
1185.13
Target
1180.00
Support 3
1107.38
Stop Loss
1202.00