Senin, 23 Desember 2013

Harga Minyak WTI Bergerak Melemah 2 Hari Berturut-turut

Berita minyak pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah jenis WTI tampak mengalami pergerakan di kisaran tertinggi dalam dua bulan belakangan. Harga minyak mentah tersebut masih berada dalam pola yang cenderung menguat di tengah sinyak bahwa pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat akan mempertahankan negara tersebut sebagai negara konsumen minyak mentah terbesar di dunia.

Harga minyak mentah berjangka tampak sedikit mengalami pergerakan pada perdagangan hari ini setelah pekan lalu membukukan kenaikan mingguan sebesar 2.8 persen. Pada rilis data terbaru pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal ketiga lalu lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya. IMF juga telah meningkatkan outlooknya untuk ekonomi Amerika Serikat.

Hari ini harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 7 sen dan ditransaksikan pada posisi 99.25 dollar per barel. Pada perdagangan Jumat lalu harga minyak mentah membukukan kenaikan sebesar 28 sen dan ditutup pada posisi 99.32 dollar per barel, penutupan paling tinggi sejak tanggal 18 Oktober.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah mengalami penurunan untuk dua hari berturut-turut (24/12). Harga minyak melemah dan menghapuskan sebagian kenaikan bulanannya menjelang libur Natal. Harga minyak mentah di bulan Desember ini mengarah untuk mengalami kenaikan bulanan pertama sejak bulan Agustus lalu.

Penurunan harga minyak mentah terjadi di tengah spekulasi bahwa kenaikan harga yang baru-baru ini terjadi tidak akan berkesinambungan. Harga minyak mentah gagal untuk menguat hingga ke atas level MA 200 hari. Secara teknikal ini merupakan sebuah indikator bahwa rally harga minyak belum solid.

Harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak pengiriman bulan Februari mengalami penurunan sebesar 38 sen atau setara dengan 0.4 persen dan diperdagangkan pada posisi 98.53 dollar per barel hari ini. Harga minyak mentah tersebut dini hari tadi ditutup melemah 41 sen. Selama bulan Desember ini harga minyak mentah telah mengalami peningkatan sebesar 6.4 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka jenis WTI pada perdagangan selanjutnya akan cenderung mengalami penurunan terbatas, terutama jelang libur Natal yang membuat pasar sepi. Untuk hari ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 98.00 – 99.50 dollar per bushel.

Selasa, 17 Desember 2013

Harga Minyak WTI Ditutup Menguat Imbas Data Positif dari Eropa

Berita minyak pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah terpantau mengalami rebound setelah pekan lalu membukukan penurunan mingguan terbesar sejak bulan Oktober. Rebound harga minyak mentah jenis Brent terjadi setelah pemberontak Libya menolak untuk mengalihkan control atas tiga pelabuhan minyak ke pemerintah.

Harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 0.7 persen hari ini. Harga minyak mentah Brent tersebut mengalami penurunan sebesar 2.5 persen minggu lalu di tengah spekulasi bahwa pelabuhan-pelabuhan yang ditutup sejak bulan Juli akan kembali dibuka. Akan tetapi pihak pemberontak mengatakan bahwa tiga pelabuhan akan tetap ditutup karena pemerintah menolak persyaratan yang diminta oleh pemberontak.

Output minyak mentah dari Libya yang memiliki cadangan terbukti terbesar di Afrika mengalami penurunan menjadi hanya 210,000 barel per hari bulan lalu. Output ini adalah yang paling rendah sejak tahun 2011.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Januari yang jatuh tempo hari ini mengalami kenaikan sebesar 73 sen dan diperdagangkan di level 109.56 dollar per barel. Kontrak Februari yang paling aktif selanjutnya mengalami peningkatan sebesar 40 sen dan ditransaksikan di posisi 108.72 dollar.

Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak Januari mengalami penurunan sebesar 26 sen dan ditransaksikan pada posisi 96.34 dollar per barel.

Pada perdagangan yang berakhir dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI di bursa Nymex tampak mengalami kenaikan yang cukup signifikan (17/12). Harga minyak mentah tersebut menguat lebih dari 1 persen, didorong oleh ekspektasi mengenai naiknya permintaan akibat data ekonomi positif dari Eropa. Sementara itu pasokan masih ketat akibat terhambatnya ekspor dari Libya.

Penutupan beberapa pelabuhan di Libya menghambat ekspor minyak sebesar beberapa ratus ribu barel per hari dari Negara tersebut. Pemogokan oleh para pekerja di sector perminyakan, pegawai negeri dan para pekerja pelabuhan membuat terhambatnya proses ekspor.

Para investor juga menantikan keputusan Fed mengenai kelanjutan program stimulus moneter. Fed akan mengeluarkan kebijakannya hari Kamis dini hari atau Rabu waktu setempat.

Harga minyak mentah jenis WTi ditutup menguat sebesar 88 sen di posisi 97.48 dollar per barel. Sementara itu harga minyak mentah Brent menguat sebesar 2 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah akan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk sementara ini harga minyak mentah akan mengalami pergerakan pada kisaran 95 – 99 dollar.

Selasa, 10 Desember 2013

Harga Minyak Mentah di Sesi Asia Koreksi Tipis, Masih di Kisaran 6 Minggu Tertinggi

Kabar minyak pada perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mentah jenis WTI mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga minyak mentah Brent anjlok setelah industrial production Jerman mengalami penurunan yang tidak terduga, memperkuat sinyal bahwa pemulihan ekonomi di Eropa masih belum stabil. Selisih harga minyak Brent dan WTI mengalami penurunan ke level terendah dalam satu bulan belakangan.

Produksi pabrikan di Jerman mengalami penurunan sebesar 1.2 persen di bulan Oktober lalu. Penurunan tersebut cukup tidak terduga karena sebelumnya diperkirakan bahwa produksi pabrikan justru akan membukukan kenaikan sebesar 0.7 persen.

Harga minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 2.22 dollar dan ditutup pada posisi 109.30 dollar per barel. Harga penutupan tersebut adalah yang paling rendah sejak tanggal 20 November.

Harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak Januari 2014 mengalam penurunan sebesar 31 sen atau 0.3 persen dan tutup pada posisi 97.34 dollar per barel. Selisih harga Brent dan WTI mengecil menjadi 12.5 dollar per barel, paling rendah sejak tanggal 11 November.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah terpantau mengalami pergerakan yang masih di kisaran tertinggi dalam enam minggu (11/12). Harga minyak mentah jenis WTI terpantau menguat setelah data dari American Petroleum menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah di AS kembali melemah untuk dua minggu berturut-turut.

Harga minyak mentah berjangka tampak bergerak dengan berfluktuasi di Nymex hari ini. Pada perdagangan kemarin harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 1.2 persen. Pasokan minyak mentah mengalami penurunan sebesar 7.5 juta barel minggu lalu menurut laporan dari API tadi malam.

Hari ini para pelaku pasar fokus pada rilis data pasokan minyak resmi dari Pemerintah AS. Departemen Energi diperkirakan akan menunjukkan bahwa pekan lalu pasokan minyak mentah mengalami penurunan sebesar 3 juta barel.

Hari ini harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Januari tampak mengalami penurunan sebesar 7 sen dan ditransaksikan pada posisi 98.44 dollar per barel. Harga kontrak berjangka ini mengalami kenaikan sebesar 1.17 dollar dan ditutup pada posisi 98.51 dollar per barel dini hari tadi yang menandai penutupan tertinggi sejak tanggal 28 Oktober lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka untuk jenis WTI pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan kenaikannya. Untuk hari ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 97.00 – 100.00 dollar per barel.

Selasa, 03 Desember 2013

Minyak Mentah WTI Ditutup Menguat oleh Membaiknya Aktivitas Manufaktur Global

Berita minyak setelah sempat mengalami rebound, harga minyak mentah berjangka justru kembali mengalami penurunan. Koreksi yang terjadi saat ini disebabkan oleh adanya prediksi bahwa OPEC akan tetap menjaga jumlah produksi minyak hariannya sebesar 30 juta barel per hari untuk tahun 2014 mendatang.

Selain itu, sentimen negatif yang menekan harga minyak mentah ialah flatnya data indeks manufaktur China untuk bulan November lalu yang kembali sebesar 51,4 poin atau tidak mengalami perubahan dibandingkan data pada bulan Oktober.

Harga minyak mentah berjangka mengalami kenaikan 59 sen menjadi 93,91 dollar per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis Brent naik 78 sen menjadi 110,47 dollar per barel.

Untuk perdagangan pada malam hari ini, harga minyak mentah diperkirakan akan masih bergerak naik tipis mengingat mayoritas indikator teknikal mengalami kenaikan seperti RSI yang saat ini berada pada level 50. Untuk level support diprediksi akan sebesar 91,76 dollar per barel dan level resistant 94,58 dollar per barel.

Pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI mengalami kenaikan yang cukup signifikan (03/12). Harga minyak mentah menguat di tengah sinyal membaiknya ekonomi di Amerika Serikat dan Negara-negara lainnya.

Aktivitas sector manufaktur di AS secara tidak terduga mengalami akselerasi di bulan November hingga mencapai level paling cepat dalam lebih dari dua tahun belakangan. Sementara itu dari China juga dikabarkan bahwa PMI manufaktur dari pemerintah dan HSBC menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur mengalami ekspansi yang lebih besar dari ekspektasi. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan euro dan Inggris.

Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak bulan Januari mengalami kenaikan sebesar 1.1 dollar dan ditutup pada posisi 93.82 dollar per barel. Pada akhir bulan November lalu harga minyak mentah membukukan penurunan bulanan sebesar 3.8 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami peningkatan.. Untuk saat ini harga minyak mentah diperkirakan akan bergerak di kisaran 90 – 96 dollar.