Senin, 23 Desember 2013

Harga Minyak WTI Bergerak Melemah 2 Hari Berturut-turut

Berita minyak pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah jenis WTI tampak mengalami pergerakan di kisaran tertinggi dalam dua bulan belakangan. Harga minyak mentah tersebut masih berada dalam pola yang cenderung menguat di tengah sinyak bahwa pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat akan mempertahankan negara tersebut sebagai negara konsumen minyak mentah terbesar di dunia.

Harga minyak mentah berjangka tampak sedikit mengalami pergerakan pada perdagangan hari ini setelah pekan lalu membukukan kenaikan mingguan sebesar 2.8 persen. Pada rilis data terbaru pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal ketiga lalu lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya. IMF juga telah meningkatkan outlooknya untuk ekonomi Amerika Serikat.

Hari ini harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 7 sen dan ditransaksikan pada posisi 99.25 dollar per barel. Pada perdagangan Jumat lalu harga minyak mentah membukukan kenaikan sebesar 28 sen dan ditutup pada posisi 99.32 dollar per barel, penutupan paling tinggi sejak tanggal 18 Oktober.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah mengalami penurunan untuk dua hari berturut-turut (24/12). Harga minyak melemah dan menghapuskan sebagian kenaikan bulanannya menjelang libur Natal. Harga minyak mentah di bulan Desember ini mengarah untuk mengalami kenaikan bulanan pertama sejak bulan Agustus lalu.

Penurunan harga minyak mentah terjadi di tengah spekulasi bahwa kenaikan harga yang baru-baru ini terjadi tidak akan berkesinambungan. Harga minyak mentah gagal untuk menguat hingga ke atas level MA 200 hari. Secara teknikal ini merupakan sebuah indikator bahwa rally harga minyak belum solid.

Harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak pengiriman bulan Februari mengalami penurunan sebesar 38 sen atau setara dengan 0.4 persen dan diperdagangkan pada posisi 98.53 dollar per barel hari ini. Harga minyak mentah tersebut dini hari tadi ditutup melemah 41 sen. Selama bulan Desember ini harga minyak mentah telah mengalami peningkatan sebesar 6.4 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka jenis WTI pada perdagangan selanjutnya akan cenderung mengalami penurunan terbatas, terutama jelang libur Natal yang membuat pasar sepi. Untuk hari ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 98.00 – 99.50 dollar per bushel.

Selasa, 17 Desember 2013

Harga Minyak WTI Ditutup Menguat Imbas Data Positif dari Eropa

Berita minyak pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah terpantau mengalami rebound setelah pekan lalu membukukan penurunan mingguan terbesar sejak bulan Oktober. Rebound harga minyak mentah jenis Brent terjadi setelah pemberontak Libya menolak untuk mengalihkan control atas tiga pelabuhan minyak ke pemerintah.

Harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 0.7 persen hari ini. Harga minyak mentah Brent tersebut mengalami penurunan sebesar 2.5 persen minggu lalu di tengah spekulasi bahwa pelabuhan-pelabuhan yang ditutup sejak bulan Juli akan kembali dibuka. Akan tetapi pihak pemberontak mengatakan bahwa tiga pelabuhan akan tetap ditutup karena pemerintah menolak persyaratan yang diminta oleh pemberontak.

Output minyak mentah dari Libya yang memiliki cadangan terbukti terbesar di Afrika mengalami penurunan menjadi hanya 210,000 barel per hari bulan lalu. Output ini adalah yang paling rendah sejak tahun 2011.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Januari yang jatuh tempo hari ini mengalami kenaikan sebesar 73 sen dan diperdagangkan di level 109.56 dollar per barel. Kontrak Februari yang paling aktif selanjutnya mengalami peningkatan sebesar 40 sen dan ditransaksikan di posisi 108.72 dollar.

Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak Januari mengalami penurunan sebesar 26 sen dan ditransaksikan pada posisi 96.34 dollar per barel.

Pada perdagangan yang berakhir dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI di bursa Nymex tampak mengalami kenaikan yang cukup signifikan (17/12). Harga minyak mentah tersebut menguat lebih dari 1 persen, didorong oleh ekspektasi mengenai naiknya permintaan akibat data ekonomi positif dari Eropa. Sementara itu pasokan masih ketat akibat terhambatnya ekspor dari Libya.

Penutupan beberapa pelabuhan di Libya menghambat ekspor minyak sebesar beberapa ratus ribu barel per hari dari Negara tersebut. Pemogokan oleh para pekerja di sector perminyakan, pegawai negeri dan para pekerja pelabuhan membuat terhambatnya proses ekspor.

Para investor juga menantikan keputusan Fed mengenai kelanjutan program stimulus moneter. Fed akan mengeluarkan kebijakannya hari Kamis dini hari atau Rabu waktu setempat.

Harga minyak mentah jenis WTi ditutup menguat sebesar 88 sen di posisi 97.48 dollar per barel. Sementara itu harga minyak mentah Brent menguat sebesar 2 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah akan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk sementara ini harga minyak mentah akan mengalami pergerakan pada kisaran 95 – 99 dollar.

Selasa, 10 Desember 2013

Harga Minyak Mentah di Sesi Asia Koreksi Tipis, Masih di Kisaran 6 Minggu Tertinggi

Kabar minyak pada perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mentah jenis WTI mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga minyak mentah Brent anjlok setelah industrial production Jerman mengalami penurunan yang tidak terduga, memperkuat sinyal bahwa pemulihan ekonomi di Eropa masih belum stabil. Selisih harga minyak Brent dan WTI mengalami penurunan ke level terendah dalam satu bulan belakangan.

Produksi pabrikan di Jerman mengalami penurunan sebesar 1.2 persen di bulan Oktober lalu. Penurunan tersebut cukup tidak terduga karena sebelumnya diperkirakan bahwa produksi pabrikan justru akan membukukan kenaikan sebesar 0.7 persen.

Harga minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 2.22 dollar dan ditutup pada posisi 109.30 dollar per barel. Harga penutupan tersebut adalah yang paling rendah sejak tanggal 20 November.

Harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak Januari 2014 mengalam penurunan sebesar 31 sen atau 0.3 persen dan tutup pada posisi 97.34 dollar per barel. Selisih harga Brent dan WTI mengecil menjadi 12.5 dollar per barel, paling rendah sejak tanggal 11 November.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah terpantau mengalami pergerakan yang masih di kisaran tertinggi dalam enam minggu (11/12). Harga minyak mentah jenis WTI terpantau menguat setelah data dari American Petroleum menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah di AS kembali melemah untuk dua minggu berturut-turut.

Harga minyak mentah berjangka tampak bergerak dengan berfluktuasi di Nymex hari ini. Pada perdagangan kemarin harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 1.2 persen. Pasokan minyak mentah mengalami penurunan sebesar 7.5 juta barel minggu lalu menurut laporan dari API tadi malam.

Hari ini para pelaku pasar fokus pada rilis data pasokan minyak resmi dari Pemerintah AS. Departemen Energi diperkirakan akan menunjukkan bahwa pekan lalu pasokan minyak mentah mengalami penurunan sebesar 3 juta barel.

Hari ini harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Januari tampak mengalami penurunan sebesar 7 sen dan ditransaksikan pada posisi 98.44 dollar per barel. Harga kontrak berjangka ini mengalami kenaikan sebesar 1.17 dollar dan ditutup pada posisi 98.51 dollar per barel dini hari tadi yang menandai penutupan tertinggi sejak tanggal 28 Oktober lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka untuk jenis WTI pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan kenaikannya. Untuk hari ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 97.00 – 100.00 dollar per barel.

Selasa, 03 Desember 2013

Minyak Mentah WTI Ditutup Menguat oleh Membaiknya Aktivitas Manufaktur Global

Berita minyak setelah sempat mengalami rebound, harga minyak mentah berjangka justru kembali mengalami penurunan. Koreksi yang terjadi saat ini disebabkan oleh adanya prediksi bahwa OPEC akan tetap menjaga jumlah produksi minyak hariannya sebesar 30 juta barel per hari untuk tahun 2014 mendatang.

Selain itu, sentimen negatif yang menekan harga minyak mentah ialah flatnya data indeks manufaktur China untuk bulan November lalu yang kembali sebesar 51,4 poin atau tidak mengalami perubahan dibandingkan data pada bulan Oktober.

Harga minyak mentah berjangka mengalami kenaikan 59 sen menjadi 93,91 dollar per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis Brent naik 78 sen menjadi 110,47 dollar per barel.

Untuk perdagangan pada malam hari ini, harga minyak mentah diperkirakan akan masih bergerak naik tipis mengingat mayoritas indikator teknikal mengalami kenaikan seperti RSI yang saat ini berada pada level 50. Untuk level support diprediksi akan sebesar 91,76 dollar per barel dan level resistant 94,58 dollar per barel.

Pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI mengalami kenaikan yang cukup signifikan (03/12). Harga minyak mentah menguat di tengah sinyal membaiknya ekonomi di Amerika Serikat dan Negara-negara lainnya.

Aktivitas sector manufaktur di AS secara tidak terduga mengalami akselerasi di bulan November hingga mencapai level paling cepat dalam lebih dari dua tahun belakangan. Sementara itu dari China juga dikabarkan bahwa PMI manufaktur dari pemerintah dan HSBC menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur mengalami ekspansi yang lebih besar dari ekspektasi. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan euro dan Inggris.

Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak bulan Januari mengalami kenaikan sebesar 1.1 dollar dan ditutup pada posisi 93.82 dollar per barel. Pada akhir bulan November lalu harga minyak mentah membukukan penurunan bulanan sebesar 3.8 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami peningkatan.. Untuk saat ini harga minyak mentah diperkirakan akan bergerak di kisaran 90 – 96 dollar.

Selasa, 26 November 2013

Harga Minyak Sesi Asia Rebound oleh Spekulasi Turunnya Pasokan di AS

Kabar minyak pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan untuk dua hari berturut-turut (26/11). Harga minyak mentah tergerus melemah setelah Iran dan enam negara lain mencapai kesepakatan interim mengenai program nuklir di negara tersebut.

Harga minyak mentah terpukul setelah sebuah perjanjian ditandatangani di Jenewa kemarin. Iran setuju mengurangi kegiatan pengayaan uraniumnya sebagai ganti dari 7 miliar dollar pembebasan sanksi selama enam bulan ke depan. Ekspor minyak mentah dari negara tersebut kembali dibuka, tetapi dibatasi hanya sebesar 1 juta barel per hari.

Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Januari mengalami penutupan di posisi 94.09 dollar per barel. Harga minyak tersebut turun sebesar 75 sen atau 0.8 persen.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Januari turut melemah sebesar 5 sen. Harga minyak tesebut berakhir di posisi 111 dollar per barel setelah sempat mengalami penurunan hingga sebesar 2.7 persen pada pertengahan perdagangan.

Sementara itu harga minyak mentah pada sesi perdagangan di Asia hari ini tampak mengalami rebound setelah pada sesi perdagangan kemarin anjlok tajam (26/11). Harga komoditas energi ini kemarin terpuruk, membukukan penurunan terbesar dalam satu minggu di tengah spekulasi bahwa pasokan minyak mentah anjlok untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua bulan belakangan di Amerika Serikat.

Hari ini harga minyak mentah terpantau rebound sebesar 0.5 persen. Menurut survey di kalangan pelaku pasar, pasokan minyak mentah di AS pada minggu yang berakhir tanggal 22 November lalu akan menunjukkan penurunan pertamanya dalam 10 minggu belakangan. Diperkirakan pasokan minyak mentah di negara tersebut akan menunjukkan penurunan sebesar 300,000 barel. Data pasokan resmi dari Departemen Energi AS akan dirilis besok.

Kemarin harga minyak mentah anjlok tajam menyusul kemajuan perundingan mengenai program nuklir Iran. Hari ini harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak pengiriman bulan Januari 2014 terpantau mengalami kenaikan sebesar 51 sen dan diperdagangkan pada posisi 94.60 dollar per barel. Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar 75 sen dan ditutup pada posisi 94.09 dollar per barel, harga penutupan paling rendah sejak tanggal 20 November lalu.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Januari mengalami penurunan sebesar 13 sen hari ini. Harga ditransaksikan pada posisi 110.87 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami  penurunan lanjutan. Harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 93 – 95.50 dollar AS.

Selasa, 19 November 2013

Harga Minyak Mentah Ditutup Anjlok di Nymex

Kabar minyak pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah terpantau mengalami penurunan lanjutan (18/11). Harga minyak mentah jenis WTI melemah dan melanjutkan penurunan mingguan paling panjang sejak tahun 1998 lalu. Kenaikan ekspor dari Arab Saudi menjadikan harga minyak berada dalam pola melemah.

Harga minyak mentah hingga pekan lalu telah membukukan penurunan selama enam minggu berturut-turut. Arab Saudi merupakan produsen minyak mentah terbesar di dunia di bulan September lalu dan di bulan tersebut terlihat bahwa Arab Saudi megirimkan ekspor minyak mentah tertinggi sejak bulan November 2005.

Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember mengalami penurunan sebesar 34 sen atau 0.4 persen hari ini dan diperdagangkan pada posisi 93.50 dollar per barel. Pada akhir perdagangan minggu lalu harga minyak mentah mengalami kenaikan sebesar 8 sen dan ditutup pada posisi 93.84 dollar per barel.

Pada perdagangan di bursa komoditas Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan yang cukup signifikan (19/11). Harga minyak mentah anjlok setelah adanya spekulasi bahwa pasokan akan berlebihan, seiring pula dengan potensi turunnya permintaan. Tadi malam beberapa petinggi The Fed kembali menegaskan mengenai kemungkinan untuk mengurangi program pembelian obligasi pemerintah dalam waktu dekat.

Presiden Fed New York William Dudley dalam testimoninya tadi malam mengatakan bahwa dirinya makin yakin dengan kondisi ekonomi Amerika Serikat. Berlawanan dengan Janet Yellen, tampaknya Dudley ingin memberikan sinyal bahwa program stimulus moneter seharusnya sudah mulai dipertimbangkan untuk dikurangi, atau dikenal dengan istilah tapering.

Para investor juga menantikan kabar dari perundingan antara Iran dengan negara-negara Barat yang akan kembali dilakukan pada tanggal 20 November mendatang. Jika tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran, harga minyak bisa melanjutkan penurunannya.

Harga minyak mentah WTI di Nymex tampak membukukan penurunan sebesar 81 sen dan ditutup pada posisi 93.03 dollar per barel dini hari tadi. Sementara itu harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Januari mengalami penurunan sebesar 3 sen dan ditutup pada posisi 108.47 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah akan mengalami penurunan lanjutan. Untuk sementara harga komoditas ini akan berada di kisaran 92.00 – 95.00 dollar.

Selasa, 12 November 2013

Akibat Spekulasi Kenaikan Pasokan di AS, Harga Minyak WTI Terseret Melemah

Berita minyak pada penutupan perdagangan di Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami kenaikan yang cukup signifikan (12/11). Harga minyak menguat setelah perundingan antara Iran dengan negara-negara Barat gagal mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.

Harga minyak mentah WTI untuk kontrak pengiriman bulan Desember mengalami peningkatan sebesar 54 sen dan ditutup pada posisi 95.14 dollar per barel dini hari tadi. Harga penutupan ini juga merupakan yang paling tinggi sejak akhir bulan Oktober lalu.

Harga minyak mentah WTI pada sesi perdagangan di Asia pagi hari ini tampak mengalami penurunan setelah pada perdagangan dini hari tadi ditutup di level penutupan tertinggi di bulan November ini (12/11). Harga minyak mentah mengalami peningkatan di tengah spekulasi bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat menguat ke level tertinggi sejak bulan Juni yang lalu.

Harga minyak mentah melemah sebesar 0.4 persen setelah selama dua hari berturut-turut sebelumnya membukukan kenaikan. Pasokan minyak mentah di AS diperkirakan mengalami kenaikan untuk delapan minggu berturut-turut hingga pekan lalu.

Kemarin harga minyak mentah naik akibat kabar bahwa perundingan mengenai program nuklir Iran berakhir tanpa adanya kesepakatan antara Iran dan negara-negara Barat. Harga minyak mentah Brent melejit kencang.

Hari ini harga minyak mentah jenis WTI kembali melemah sebesar 34 sen dan diperdagangkan pada posisi 94.80 dollar per barel. Terus meningkatnya pasokan minyak mentah di Amerika Serikat membuat para pelaku pasar menilai bahwa penurunan harga akan berlanjut. Kemarin harga ditutup di level paling tinggi sejak tanggal 31 Oktober.

Harga minyak mentah Brent hari ini tampak mengalami penurunan sebesar 28 sen atau 0.3 persen. Harga ditransaksikan pada posisi 106.12 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 94.00 – 97.00 dollar per barel.

Rabu, 30 Oktober 2013

Harga Minyak WTI Ditutup Melemah untuk Pertama Kali dalam 4 Sesi

Berita minyak pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah jenis WTI terpantau mengalami penurunan yang cukup signifikan (29/10). Harga minyak mentah anjlok dari posisi paling tinggi dalam satu minggu menjelang rilis data dari pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat akan menguat ke level tertinggi dalam empat bulan belakangan.

Besok malam data resmi mengenai kondisi pasokan minyak mentah akan diumumkan. Diperkirakan minggu lalu pasokan minyak mentah di AS kembali mengalami kenaikan untuk enam minggu berturut-turut. Pasokan minyak mentah diperkirakan mengalami kenaikan 2.7 juta barel minggu lalu menjadi 382.5 juta barel yang merupakan level paling tinggi sejak Juni.

Pasokan bensin diperkirakan mengalami penurunan sebesar 550,000 barel. Sementara itu pasokan minyak distilasi termasuk minyak pemanas dan diesel diperkirakan akan menunjukkan penurunan sebesar 950,000 barel.

Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah terpantau mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam empat hari berturut-turut (30/10). Dini hari tadi harga minyak mentah terpangkas melemah di tengah estimasi bahwa pasokan minyak mentah pekan lalu di AS mengalami kenaikan hingga mencapai level tertinggi dalam empat bulan belakangan.

Harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar 0.9 persen hari ini. Pasokan minyak mentah menguat untuk enam dari tujuh minggu belakangan pada minggu yang berakhir tanggal 25 Oktober lalu, menurut lingkaran survey Bloomberg. Hari ini Administrasi Informasi Energi akan merilis data resmi pasokan minyak mentah di AS tersebut.

Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Desember terpantau mengalami penurunan sebesar 45 sen atau setara dengan 0.5 persen. Harga minyak mentah ini ditutup pada posisi 98.30 dollar per barel. Sepanjang bulan Oktober ini harga minyak mentah telah mengalami penurunan sebesar 4.5 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka masih berpotensi untuk mengalami penurunan pada sesi perdagangan hari ini. Untuk sementara ini harga minyak mentah diperkirakan akan bergerak di kisaran 97.00 – 100.00 dollar per barel.

Selasa, 22 Oktober 2013

Harga Minyak WTI Sesi Asia Masih Lanjutkan Penurunan ke Level 98 Dollar

Berita minyak pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah berjangka jenis WTI terpantau membukukan penurunan (22/10). Harga minyak WTI tersebut melemah setelah adanya laporan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat pekan lalu mengalami kenaikan hingga mencapai posisi paling tinggi dalam tiga bulan belakangan.

Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan sebesar 1.6 persen setelah Administrasi Informasi Energi mengatakan bahwa pasokan di AS pekan lalu mengalami peningkatan sebesar 4 juta barel dan mencapai angka 374.5 juta barel. Pasokan ini mencapai level paling tinggi sejak tanggal 28 Juni lalu.

Sementara itu pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah berjangka jenis WTI terpantau mengalami penurunan lanjutan (22/10). Harga minyak mentah bertahan di bawah level 100 per dollar AS setelah tadi malam dirilis data pasokan minyak mentah di AS yang meningkat mencapai level paling tinggi dalam 15 minggu belakangan.

Harga minyak mentah berjangka anjlok mulai tadi malam setelah Administrasi Informasi Energi mengatakan bahwa pasokan di AS pekan lalu mengalami peningkatan sebesar 4 juta barel dan mencapai angka 374.5 juta barel. Pasokan ini mencapai level paling tinggi sejak tanggal 28 Juni lalu.

Pasokan minyak mentah di AS mengalami kenaikan dikarenakan turunnya permintaan dari perusahaan-perusahaan penyulingan. Produksi penyulingan turun akibat kondisi musiman yang sedang menunjukkan penurunan konsumsi bahan bakar.

Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan November di Nymex hari ini mengalami penurunan sebesar 37 sen atau setara dengan 0.4 persen dan diperdagangkan pada posisi 98.85 dollar per barel. Harga minyak mentah pada akhir perdagangan dini hari tadi ditutup pada posisi 99.22 dollar per barel, bukukan penurunan sebesar 1.59 dollar atau 1.6 persen. Minyak WTI untuk kontrak November akan jatuh tempo pada akhir sesi perdagangan nanti malam (besok dini hari).

Sementara itu harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak Desember tampak membukukan penurunan sebesar 26 sen  pada sesi perdagangan hari ini, setelah anjlok 1.4 persen kemarin. Kontrak paling aktif selanjutnya ini diperdagangkan pada posisi 99.42 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI masih berpotensi untuk melanjutkan penurunan terbatas. Hari ini diperkirakan komoditas ini akan mengalami pergerakan pada kisaran 98.00 – 100.20 dollar per barel.

Jumat, 18 Oktober 2013

Akibat Akselerasi Pertumbuhan PDB China, Harga Minyak Mentah Rebound

Pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah jenis WTI terpantau mengalami pergerakan yang sideways dan terbatas (17/10). Harga minyak mentah bergerak tertahan setelah pada akhir perdagangan dini hari tadi melonjak terbesar dalam satu minggu belakangan setelah para petinggi di AS mencapai kesepakatan untuk menaikkan batas utang dan menghindari gagal bayar.

Pada sesi perdagangan kemarin harga minyak mentah membukukan kenaikan harian sebesar 1.1 persen, terbesar sejak tanggal 10 Oktober lalu. Para investor kembali memburu asset dengan imbal hasil tinggi setelah ada kabar bahwa para petinggi Senat di Amerika Serikat sudah menandatangani kesepakatan untuk menghindari kebangkrutan. Kesepakatan tersebut berisi penetapan kenaikan batas atas utang di negara tersebut. Kongres AS juga sudah melakukan pengambilan suara dan memutuskan untuk meloloskan kenaikan batas utang tersebut.

Pergerakan harga minyak mentah hari ini terbatas di tengah kabar bahwa pasokan minyak mentah di AS pekan lalu mengalami kenaikan. Tercatat pasokan minyak mentah mengalami kenaikan sebesar 5.94 juta barel.

Sementara itu berita minyak pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah mengalami kenaikan setelah sempat tergerus ke posisi paling rendah dalam tiga bulan belakangan pekan lalu (18/10). Harga komoditas ini rebound dan menghapuskan sebagian penurunannya minggu ini. Data ekonomi dari China memberikan sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi masih cukup solid sehingga harapan terjadinya kenaikan permintaan dari negara ini juga masih cukup besar.

PDB kuartal ketiga China mengalami kenaikan sebesar 7.8 persen di kuartal Juli – September dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini sesuai dengan ekspektasi para analis.

Sementara itu data terpisah menunjukkan bahwa produksi sektor industri mengalami kenaikan sebesar 10.2 persen di bulan September. Ini juga sesuai dengan ekspektasi. Sementara itu penjualan eceran mengalami kenaikan  sebesar 13.3 persen, agak lebih kecil dibandingkan ekspektasi kenaikan sebesar 13.6 persen.

Seiring dengan solidnya data pertumbuhan ekonomi China tersebut harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak November tampak mengalami kenaikan sebesar 21 sen dan diperdagangkan pada posisi 100.88 dollar per barel. Kemarin harga minyak mentah ini mengalami penurunan sebesar 1.62 dollar atau 1.6 persen dan ditutup pada posisi 100.67 dollar per barel yang merupakan harga penutupan paling rendah sejak tanggal 2 Juli lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka jenis WTI masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan. Hari ini diperkirakan harga komoditas ini akan mengalami pergerakan pada kisaran 100.00 – 102.00 dollar per barel.

Senin, 07 Oktober 2013

Akibat Badai di AS, Pergerakan Minyak Mentah Terangkat

Berita minyak kali ini datang dari pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan kemarin malam terpantau kembali mengalami pelemahan. Setelah rebound di perdagangan kemarin, harga minyak kembali bergerak lesu setelah hari ini belum ada tanda-tanda lanjutan mengenai perundingan pihak pemerintah AS dengan pihak parlemen menyusul masih terjadinya aksi “shutdown” yang dilakukan oleh pemerintah AS pada hari ini yang telah memasuki hari ketiga.

Sentimen negatif lainnya datang dari laporan jumlah persediaan minyak mentah AS untuk pekan lalu yang dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 5,5 juta barel. Naiknya persediaan minyak menandakan bahwa permintaan bahan bakar minyak untuk pekan lalu di AS mengalami penurunan.

Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan sebesar 65 sen menjadi 103,45 dollar per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan sebesar 49 sen menjadi 108,7 dollar per barel.

Sementara itu pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan malam ini terpantau mengalami kenaikan setelah bergerak flat sampai dengan perdagangan siang tadi. Kenaikan harga minyak mentah saat ini disebabkan oleh adanya laporan bahwa di sepanjang sungai Mississippi saat ini sedang dilanda badai dengan kecepatan angin mencapai 105 kilometer per jam. Badai tersebut terjadi sejak kemarin dan diperkirakan akan merambat ke beberapa kota di bagian utara AS.

Kejadian tersebut dikhawatirkan dapat berpengaruh kepada arus distribus minyak dari beberapa kilang minyak di kilang lepas pantai perairan AS bagian selatan yang banyak terdapat kilang milik Royal Dutch Shell dan Chevron Corp yang merupakan penyalur utama minyak mentah ke AS.

Harga minyak mentah berjangka saat ini mengalami kenaikan sebesar 44 sen menjadi 103,75 dollar per barel. Sedangkan minyak mentah jenis Brent naik 54 sen menjadi 109,54 dollar per barel.

Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa harga minyak diperkirakan akan masih belum aman malam ini. Kejadian badai yang ada di AS rupanya akan berhadapan dengan kondisi nasional AS dimana “shutdown” pemerintahan AS telah memasuki hari keempat pada hari ini yang dapat berimbas negatif bagi ekonomi AS dan global. Level support untuk minyak mentah sebesar 101,3 dollar per barel dan level resistant 104,77 dollar per barel.

Senin, 30 September 2013

Manufaktur China Kurang Greget, Harga Minyak Mentah WTI Melempem ke 3 Bulan Terendah

Berita minyak datang dari hasil perdagangan elektronik di Asia hari ini dimana harga minyak mentah tampak mengalami pelemahan (27/09). Harga minyak mentah mengarah untuk mengalami penurunan mingguan selama tiga minggu berturut-turut setelah lima anggota tetap DK PBB mencapai kesepakatan resolusi untuk memusnahkan senjata kimia Suriah. Ini makin meredupkan ancaman Barat untuk melakukan aksi militer ke negara tersebut.

Harga minyak mentah mengalami penurunan setelah kemarin melejit. Dewan Keamanan PBB melakukan pertemuan di  Suriah setelah lima anggota DK PBB setuju tentang persyaratan-persyaratan resolusi yang mengharuskan Presiden Bashar al-Assad untuk menyerahkan seluruh senjata kimianya. Harga minyak mentah kemarin mengalami kenaikan setelah data klaim pengangguran mengalami penurunan secara tidak terduga.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah tampak mengalami pelemahan lanjutan (30/09). Harga minyak mentah mengalami penurunan dan mencapai posisi terendah dalam nyaris tiga bulan belakangan. Pelemahan harga komoditas ini terjadi akibat kekhawatiran mandeknya perundingan mengenai anggaran di Amerika Serikat.

Sementara itu dari China data yang menggambarkan kondisi aktivitas manufaktur di bulan September menunjukkan bahwa ekspansi yang terjadi ternyata tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini menimbulkan tanda tanya mengenai apakah pemulihan ekonomi di negara tersebut memang sekuat yang diharapkan pasar.

HSBC Final Manufacturing PMI China untuk bulan September hari ini tidak sebaik estimasi. Pagi ini data tersebut keluar di angka 50.2 poin. Meskipun masih berada dalam zona “aman” yang menunjukkan masih terjadi ekspansi, data ini berada di bawah perkiraan yang diharapkan di level 51.2 poin. Meskipun demikian data ini memang relatif lebih baik dibandingkan bulan PMI Final Agustus yang ada di level 50.1 poin.

Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan November tampak mengalami penurunan sebesar 1.42 dollar atau 1.4 persen dan ditransaksikan pada posisi 101.45 dollar per barel. Pada perdagangan hari ini harga minyak mentah mengalami penurunan hingga level paling rendah sejak tanggal 5 Juli lalu. Sepanjang kuartal ketiga ini harga telah mengalami peningkatan sebesar 5.3 persen dan sepanjang tahun 2013 telah mengalami peningkatan sebesar 11 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga minyak mentah jenis WTI berjangka pada perdagangan hari ini akan mengalami pergerakan yang cenderung melemah. Harga komoditas tersebut hari ini mengalami pergerakan pada kisaran 100.00 – 103.80 dollar per barel.

Rabu, 25 September 2013

Setelah Turun Selama 4 Hari Berturut-turut, Harga Minyak Mentah WTI Rebound

Berita minyak pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI tampak mengalami penurunan tajam (25/09). Harga minyak anjlok ke level terendah dalam delapan minggu di tengah spekulasi bahwa kondisi hubungan AS dan Iran membaik. Sementara itu makin jauhnya potensi aksi militer ke Suriah juga menjadi salah satu faktor yang mendorong turunnya harga minyak mentah.

Harga minyak mentah terpukul karena pasar mengharapkan adanya kontak antara Presiden AS Barack Obama dan Presiden Iran Hassan Raouhani pada Pertemuan Umum PBB di New York yang akan dilangsungkan hari ini. Interaksi antara kedua kepala negara ini akan menandai pergeseran hubungan antara kedua negara tersebut. Sementara itu DK PBB masih terus melanjutkan kerja sama dengan AS dan Rusia untuk memusnahkan senjata kimia milik Suriah.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah jenis WTI terpantau mengalami peningkatan (25/09). Harga minyak mentah rebound dari paceklik selama empat hari berturut-turut menjelang rilis data dari Amerika Serikat nanti malam yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah mengalami penurunan di negara tersebut.

Harga minyak mentah turun jelang laporan pasokan minyak mentah. Para pelaku pasar memperkirakan pekan lalu pasokan minyak mentah di AS mengalami penurunan sebesar 1 juta barel dan mencapai posisi paling rendah dalam 18 bulan belakangan. American Petroleum Institute mengatakan bahwa pasokan mengalami penurunan sebesar 54000 barel pekan lalu.

Pada perdagangan yang berakhir dini hari tadi harga minyak mentah ditutup pada harga penutupan paling rendah dalam delapan minggu. Anjloknya harga minyak mentah selama empat hari berturut-turut merupakan imbas harapan membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Iran serta turunnya ketegangan yang terkait Suriah.

Hari ini di pasar elektronik Asia harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan November mengalami kenaikan sebesar 31 sen atau 103.44 dollar per barel. Selama empat hari melemah harga turun sebesar 4.6 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka WTI  pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami peningkatan terbatas. Untuk hari ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 102.00 – 105.20 dollar per barel.

Selasa, 17 September 2013

Harga Minyak WTI Anjlok Terbesar dalam 3 Minggu

Kabar minyak hari ini datang dari pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan malam hari ini terpantau mengalami kondisi yang melemah. Penurunan pergerakan minyak disebabkan oleh pengaruh pernyataan Presiden AS, Barack Obama melalui pidatonya beberapa saat lalu yang menyatakan merevisi kebijakan penyerangan militer ke Suriah yang sempat dipresentasikan di depan Kongres pada pekan lalu. Ia menyatakan bahwa pemerintah AS akan bersama-sama dengan PBB dan juga negara lain untuk merundingkan solusi yang tepat sebagai penentuan sangsi non militer bagi Suriah.

Alhasil hal tersebut membuat harga minyak kembali melemah yang dua hari lalu sempat naik akibat ketegangan tensi di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut juga memberikan situasi yang kondusif bagi pasar yang sebelumnya khawatir jika penyerangan militer jadi terealisasi dapat memicu kenaikan harga minyak yang lebih tinggi lagi dan pada akhirnya dapat menyebabkan tingkat inflasi global meningkat tajam.

Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI kembali melemah dengan tajam. Harga minyak mentah membukukan penurunan terbesar dalam tiga pekan setelah Suriah setuju mengikuti rencana Rusia untuk menyerahkan senjata kimianya, menurunkan potensi konflik di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak mentah anjlok 1.9 persen setelah Perancis menyatakan akan menyerahkan proposal ke PBB untuk menyita senjata kimia milik pemerintah Suriah. Pemerintah Suriah di bawah Bashar al-Assad telah menyetujui rencana Rusia untuk mengikuti keinginan dari Perancis tersebut. Dengan persetujuan itu Amerika Serikat tampaknya akan membatalkan rencananya untuk menyerang Suriah.

Para pelaku pasar mulai menghilangkan kemungkinan serangan ke Suriah oleh Amerika Serikat seiring dengan perkembangan baru ini. Harga minyak mentah yang sempat melonjak akibat potensi konflik, saat ini mulai tampak melemah.

Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Oktober mengalami penurunan sebesar 2.13 dollar dan ditutup pada posisi 107.39 dollar per barel. Harga penutupan ini merupakan yang paling rendah sejak tanggal 4 September lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada sesi perdagangan selanjutnya akan cenderung mengalami penurunan lanjutan. Untuk harga komoditas ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran 105 – 110 dollar per barel.

Kamis, 01 Agustus 2013

Sepanjang Bulan Juli Menguat 8.8%, Harga Minyak Mentah WTI Ditutup Naik 1.9%

Harga Minyak Mentah WTI Ditutup Naik 1.9%, Sepanjang Bulan Juli Menguat 8.8%Pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah mengalami penurunan lanjutan. Harga minyak mentah anjlok untuk tiga hari berturut-turut, dan tampak menghapuskan sebagian kenaikannya bulan ini. Akan tetapi harga minyak mentah tetap masih mengarah untuk mengalami peningkatan bulanan terbesar dalam nyaris satu bulan belakangan. Penurunan yang terjadi hari ini merupakan imbas dari spekulasi bahwa data pertumbuhan ekonomi di AS kuartal kedua akan menunjukkan perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kemarin harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan September mengalami penurunan sebesar 38 sen atau 0.4 persen. Harga minyak mentah kontrak paling aktif ini diperdagangkan pada posisi 104.17 dollar per barel. Pada akhir perdagangan dini hari tadi di Nymex harga minyak mentah ini mengalami penurunan sebesar 15 sen dan ditutup pada posisi 104.55 dollar per barel, penutupan paling rendah sejak tanggal 9 Juli lalu. Sepanjang bulan Juli ini harga minyak mentah telah mengalami kenaikan sebesar 8 persen.

Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah terpantau mengalami kenaikan yang signifikan (01/08). Harga minyak mentah membukukan peningkatan bulanan di bulan Juli lalu yang merupakan peningkatan bulanan terbesar sejak bulan Agustus tahun 2012 yang lalu. Peningkatan harga minyak mentah terjadi setelah pasokan di AS dilaporkan mengalami penurunan hingga mencapai level paling rendah dalam 15 bulan. Sementara itu ekonomi di AS mengalami pertumbuhan yang melampaui proyeksi di kuartal kedua lalu.

Harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 1.9 persen setelah pemerintah AS mengatakan bahwa pasokan di Cushing, Oklahoma, mengalami penurunan sebesar 4.3 persen minggu lalu. Pasokan minyak mentah mencapai level rekor tertinggi pada bulan Januari lalu.

Pertumbuhan ekonomi di AS mencapai angka 1.7 persen di kuartal kedua lalu (y/y). Pertumbuhan ini berada di atas estimasi yang hanya memperkirakan terjadi pertumbuhan sebesar 1.1 persen.

Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan September mengalami peningkatan sebesar 1.95 dollar dan ditutup pada posisi 105.03 dollar per barel. Harga minyak mentah WTI tersebut mengalami peningkatan bulanan sebesar 8.8 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan terbatas. Indeks berjangka diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 103 - 107 dollar per barel.

Selasa, 23 Juli 2013

Harga Minyak Mentah WTI Bergerak Naik Tipis

Harga Minyak WTI Lampaui Brent Pertama Kali Sejak Tahun 2010Pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah kembali melanjutkan peningkatannya. Harga minyak mentah menguat untuk empat hari berturut-turut setelah adanya spekulasi bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat mengalami penurunan. Harga minyak mentah WTI melampaui Brent untuk pertama kali sejak tahun 2010 yang lalu.

Harga minyak mentah kembali mengalami peningkatan pada perdagangan hari ini setelah pekan lalu menggenapi kenaikan mingguan untuk empat minggu berturut-turut. Harga minyak mentah jenis WTi untuk kontrak pengiriman bulan Agustus yang akan jatuh tempo hari ini mengalami peningkatan sebesar 44 sen atau setara dengan 0.4 persen dan diperdagangkan pada posisi 108.49 dollar per barel.

Sementara itu pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah tampak mengalami fluktuasi (23/07). Harga komoditas ini mengalami konsolidasi setelah pada perdagangan kemarin anjlok tajam, mengalami penurunan harian paling besar dalam lebih dari satu minggu terakhir. Anjloknya harga minyak mentah disebabkan oleh data ekonomi AS yang lebih buruk dari ekspektasi, meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi akan stagnan di negara pengguna minyak terbesar di dunia ini.

Harga minyak mentah pada perdagangan tadi malam mengalami penurunan setelah sempat mencapai posisi paling tinggi dalam 16 bulan belakangan. Tadi malam rilis data existing homes sales menunjukkan kondisi yang mengecewakan. Existing homes sales di bulan Juni lalu mengalami penurunan menjadi 5.08M dibandingkan angka 5.14M yang dihasilkan data bulan Mei sebelumnya. Pejualan ini berada di bawah ekspektasi sebesar 5.27M.

Hari ini harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan September mengalami kenaikan tipis sebesar 16 sen. Harga minyak mentah diperdagangkan pada posisi 107.10 dollar per barel.

Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak September juga mengalami peningkatan sebesar 5 sen dan diperdagangkan pada posisi 108.20 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas minyak mentah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kondisi yang cenderung sideways karena pola pergerakan mulai masuk dalam konsolidasi. Harga komoditas ini berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 106 - 110 dollar AS.

Kamis, 04 Juli 2013

Harga Minyak WTI Bergerak Meroket ke 14 Bulan Tertinggi

Harga Minyak WTI Bergerak Meroket ke 14 Bulan TertinggiPada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam dan mencapai ke atas level 100 dollar per barel. Harga minyak jenis WTI tersebut mencapai ke atas 100 dollar untuk pertama kalinya sejak bulan September lalu setelah ketegangan politik di Mesir memanas. Sementara itu pasokan minyak mentah di AS tampaknya bakal mengalami penurunan.

Harga komoditas sumber energi ini menguat di tengah kekhawatiran bahwa protes yang terjadi Mesir akan berdampak luas ke negara-negara lain di kawasan Timur Tengah. Kemelut politik di kawasan tersebut berpotensi menghambat pasokan dari kawasan tersebut.

Sementara itu pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami kenaikan tajam (04/07). Harga minyak mentah jenis WTI melejit ke level paling tinggi dalam 14 bulan belakangan didorong oleh kondisi fundamental yang bullish.

Pada rilis data tadi malam, tampak pasokan minyak mentah di AS mengalami penurunan yang signifikan. Energy Information Administration menunjukkan bahwa pasokan minyak mengalami penurunan sebesar 10.3 juta barel menjadi 383.8 juta barel.

Sementara itu ketegangan politik di Mesir meningkat setelah adanya kabar bahwa presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi yang belum lama menjabat dikudeta oleh pihak militer. Pasar khawatir kondisi ini bisa menyebar ke negara-negara lain di Timur Tengah, yang berpotensi mengakibatkan gangguan pasokan minyak mentah.

Harga minyak mentah berjangka untuk jenis WTI kontrak bulan Agustus mengalami peningkatan sebesar 1.64 dollar atau setara dengan 1.6 persen dan berakhir pada posisi 101.24 dollar per barel. Harga penutupan ini merupakan yang paling tinggi sejak tanggal 3 Mei 2012. Pasar Nymex akan tutup untuk perdagangan fisik nanti malam karena perayaan Hari Kemerdekaan AS tanggal 4 Juli.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka pada perdagangan hari ini akan cenderung menguat terbatas. Harga minyak mentah diprediksi akan mengalami pergerakan pada kisaran 100 – 105 dollar per barel.

Rabu, 03 Juli 2013

Imbas Bullish Minyak Mentah, Harga CPO Alami Rebound

Harga CPO Alami Rebound, Imbas Bullish Minyak MentahHarga minyak kelapa sawit untuk perdagangan dua hari lalu ditutup mengalami peningkatan setelah sebelumnya mengalami penurunan selama 4 hari perdagangan terakhir. Naiknya pergerakan minyak kelapa sawit disebabkan oleh adanya sebuah laporan bahwa pengiriman minyak kelapa sawit untuk bulan Juni mengalami kenaikan 7% menjadi 1,35 juta ton. Kenaikan tersebut sesuai produksi mengingat sampai dengan pertenghan bulan Juni lalu ekspor minyak kelapa sawit Malaysia mengalami kenaikan.

Dengan naiknya pengiriman atau ekspor minyak kelapa sawit Malaysia untuk bulan Juni, kita bisa menarik kesimpulan bahwa permintaan komoditi bahan baku minyak goreng tersebut mengalami kenaikan jelang datangnya bulan Ramadhan yang akan jatuh pada pekan depan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan dan India mengalami kenaikan kebutuhan akan minyak goreng di saat tersebut.

Harga minyak kelapa sawit berjangka mengalami kenaikan 1,2% menjadi 2372 ringgit atau 750 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatoves. Sepanjang bulan Juni lalu harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan sebesar 2,2%.

Sementara itu Setelah mengalami penurunan selama dua hari, pergerakan harga minyak kelapa sawit untuk perdagangan hari ini (3/7) kembali mengalami kenaikan. Melonjaknya harga minyak mentah yang hari ini melampaui level 100 dollar per barel rupanya menjadi salah satu faktor pendorong bagi pergerakan harga minyak sawit.

Faktor pendorong lainnya bagi kenaikan harga minyak kelapa sawit ialah mengenai adanya laporan bahwa ekspor minyak kelapa sawit Malaysia untuk bulan Juni lalu mengalami kenaikan 7% menjadi 1,35 juta ton. Dengan naiknya data tersebut berarti ekspor minyak kelapa sawit Malaysia dalam dua bulan terakhir mengalami kenaikan beruntun.

Harga minyak kelapa sawit berjangka mengalami kenaikan sebesar 0,8% menjadi 2357 ringgit atau 740 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives. Sedangkan harga minyak kedelai mengalami kenaikan sebesar 0,2% menjadi 45,7 sen per pound.

Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan harga minyak kelapa sawit diperkirakan bahwa harga minyak kelapa sawit akan masih berpeluang mengalami kenaikan. Hal tersebut ditopang oleh adanya sebuah gelombang kenaikan permintaan minyak goreng jelang datangnya bulan Ramadhan pada pekan depan.

Senin, 01 Juli 2013

Jelang Ramadhan Harga CPO Rebound

Harga CPO Rebound Jelang RamadhanPergerakan harga minyak kelapa sawit untuk perdagangan pada beberapa hari yang lalu ditutup melemah. Bayang-bayang mengenai penurunan permintaan justru muncul di pasar menyusul adanya peluang kenaikan permintaan minyak kedelai yang merupakan komoditi alternatif dari minyak kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng.

Naiknya permintaan minyak kedelai disebabkan oleh peralihan minat konsumen ditengah tingginya harga minyak kelapa sawit dan juga melimpahnya kedelai pada saat ini akibat terjadinya surplus persediaan kedelai di beberapa negara seperti Brasil dan Amerika Serikat.

Harga minyak kelapa sawit berjangka melemah sebesar 1,4% menjadi 2347 ringgit atau 739 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatoves. Level tersebut merupakan level terendah sejak 23 Mei lalu.

Namun peluang kenaikan harga minyak kelapa sawit dalam jangka pendek masih terbuka lebar mengingat potensi tingginya permintaan minyak kelapa sawit di Asia masih tinggi jelang datangnya bulan Ramadhan yang dimana kebutuhan akan minyak goreng cukup tinggi di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, India dan Pakistan.

Dan smentara itu untuk Harga komoditi minyak kelapa sawit untuk perdagangan hari ini (1/7) ditutup mengalami peningkatan setelah sebelumnya mengalami penurunan selama 4 hari perdagangan terakhir. Naiknya pergerakan minyak kelapa sawit disebabkan oleh adanya sebuah laporan bahwa pengiriman minyak kelapa sawit untuk bulan Juni mengalami kenaikan 7% menjadi 1,35 juta ton. Kenaikan tersebut sesuai produksi mengingat sampai dengan pertenghan bulan Juni lalu ekspor minyak kelapa sawit Malaysia mengalami kenaikan.

Dengan naiknya pengiriman atau ekspor minyak kelapa sawit Malaysia untuk bulan Juni, kita bisa menarik kesimpulan bahwa permintaan komoditi bahan baku minyak goreng tersebut mengalami kenaikan jelang datangnya bulan Ramadhan yang akan jatuh pada pekan depan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan dan India mengalami kenaikan kebutuhan akan minyak goreng di saat tersebut.

Harga minyak kelapa sawit berjangka mengalami kenaikan 1,2% menjadi 2372 ringgit atau 750 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatoves. Sepanjang bulan Juni lalu harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan sebesar 2,2%.

Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan harga minyak kelapa sawit diperkirakan akan masih berpeluang mengalami kenaikan dan tidak menutup kemungkinan akan menyentuh level 2400 ringgit per metrik ton.

Kamis, 27 Juni 2013

Harga Minyak Mentah Rally 4 Hari Berturut-turut

Harga Minyak Mentah Rally 4 Hari Berturut-turut; Pengilangan Genjot ProduksiMinyak mentah berjangka diperdagangkan lebih tinggi pagi ini karena kelemahan dalam dolar. NYMEX minyak mentah berjangka melemah hari ini karena profit pemesanan dan dolar tegas terhadap euro. Dolar kemudian mereda turun karena euro naik dan minyak mentah pulih diperdagangkan pada 95,95.
Harga minyak mentah pulih dari kerugian awal setelah Administrasi Informasi Energi AS mengatakan persediaan minyak dalam negeri yang datar minggu lalu dan persediaan bensin melonjak ke tingkat tertinggi untuk kali ini tahun di 2-dekade. Persediaan minyak mentah di AS tidak berubah pada barel 394.1mn, stok bensin naik 3.7mn barel menjadi barel 225.4mn dan saham sulingan, yang terdiri dari minyak pemanas dan diesel, naik barel 1.6mn untuk barel 123.2mn, menurut terbaru Laporan EIA. Minyak mentah melemah pada hari Rabu setelah data ekonomi AS optimis kesan Federal Reserve mungkin pare stimulus lebih cepat dari pikiran, memotong aliran murah uang bank sentral yang telah meningkatkan likuiditas pasar.
Impor dari Iran, yang dikenakan sanksi berat karena program senjata nuklirnya yang disengketakan, naik hampir 109 persen dari tahun sebelumnya, namun turun 17 persen pada tahun dasar to-date. Ekspor minyak mentah Vietnam dalam enam bulan pertama tahun 2013 naik sekitar 3,4 persen dari tahun lalu menjadi 4,38 juta ton, atau 177.000 barel per hari (bph), pemerintah mengatakan pagi ini.
Euro dikupas beberapa kerugian terhadap dolar, setelah data akhir menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto AS lebih hangat dari perkiraan sebelumnya pada kuartal pertama, tetapi ditahan oleh kecepatan yang moderat belanja konsumen, investasi bisnis yang lemah dan menurunnya ekspor.
Gas alam berjangka beringsut lebih tinggi pada NYMEX, didukung oleh prospek cuaca diperpanjang sedikit lebih hangat dan beberapa pembelian teknis menjelang berakhirnya kontrak Juli. Persediaan gas alam diperkirakan meningkat antara 85-90bn kaki kubik, data aktual akan dirilis oleh EIA di kemudian hari. Harga gas alam sebagian besar melemah pada hari Rabu untuk hari kelima berturut-turut, dengan cuaca ringan diharapkan minggu depan untuk sebagian besar bagian timur negara menekan harga. Gas alam diperdagangkan di 3,736. Produksi listrik di daratan Amerika Serikat untuk pekan yang berakhir 22 Juni turun 5,3 persen dari minggu yang sama pada tahun 2012 untuk 81.695 jam gigawatt, menurut data yang dirilis Rabu oleh Edison Electric Institute. Persediaan gas alam di AS rata-rata diperkirakan telah mendapatkan 88 miliar kaki kubik pekan lalu, jajak pendapat Reuter pedagang dan analis industri menunjukkan pada kemarin.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan kenaikan. Harga minyak mentah diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 92.50 – 98.00 dollar per barel.