Kamis, 01 Agustus 2013

Sepanjang Bulan Juli Menguat 8.8%, Harga Minyak Mentah WTI Ditutup Naik 1.9%

Harga Minyak Mentah WTI Ditutup Naik 1.9%, Sepanjang Bulan Juli Menguat 8.8%Pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah mengalami penurunan lanjutan. Harga minyak mentah anjlok untuk tiga hari berturut-turut, dan tampak menghapuskan sebagian kenaikannya bulan ini. Akan tetapi harga minyak mentah tetap masih mengarah untuk mengalami peningkatan bulanan terbesar dalam nyaris satu bulan belakangan. Penurunan yang terjadi hari ini merupakan imbas dari spekulasi bahwa data pertumbuhan ekonomi di AS kuartal kedua akan menunjukkan perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kemarin harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan September mengalami penurunan sebesar 38 sen atau 0.4 persen. Harga minyak mentah kontrak paling aktif ini diperdagangkan pada posisi 104.17 dollar per barel. Pada akhir perdagangan dini hari tadi di Nymex harga minyak mentah ini mengalami penurunan sebesar 15 sen dan ditutup pada posisi 104.55 dollar per barel, penutupan paling rendah sejak tanggal 9 Juli lalu. Sepanjang bulan Juli ini harga minyak mentah telah mengalami kenaikan sebesar 8 persen.

Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah terpantau mengalami kenaikan yang signifikan (01/08). Harga minyak mentah membukukan peningkatan bulanan di bulan Juli lalu yang merupakan peningkatan bulanan terbesar sejak bulan Agustus tahun 2012 yang lalu. Peningkatan harga minyak mentah terjadi setelah pasokan di AS dilaporkan mengalami penurunan hingga mencapai level paling rendah dalam 15 bulan. Sementara itu ekonomi di AS mengalami pertumbuhan yang melampaui proyeksi di kuartal kedua lalu.

Harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 1.9 persen setelah pemerintah AS mengatakan bahwa pasokan di Cushing, Oklahoma, mengalami penurunan sebesar 4.3 persen minggu lalu. Pasokan minyak mentah mencapai level rekor tertinggi pada bulan Januari lalu.

Pertumbuhan ekonomi di AS mencapai angka 1.7 persen di kuartal kedua lalu (y/y). Pertumbuhan ini berada di atas estimasi yang hanya memperkirakan terjadi pertumbuhan sebesar 1.1 persen.

Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan September mengalami peningkatan sebesar 1.95 dollar dan ditutup pada posisi 105.03 dollar per barel. Harga minyak mentah WTI tersebut mengalami peningkatan bulanan sebesar 8.8 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan terbatas. Indeks berjangka diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 103 - 107 dollar per barel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar