Senin, 30 September 2013

Manufaktur China Kurang Greget, Harga Minyak Mentah WTI Melempem ke 3 Bulan Terendah

Berita minyak datang dari hasil perdagangan elektronik di Asia hari ini dimana harga minyak mentah tampak mengalami pelemahan (27/09). Harga minyak mentah mengarah untuk mengalami penurunan mingguan selama tiga minggu berturut-turut setelah lima anggota tetap DK PBB mencapai kesepakatan resolusi untuk memusnahkan senjata kimia Suriah. Ini makin meredupkan ancaman Barat untuk melakukan aksi militer ke negara tersebut.

Harga minyak mentah mengalami penurunan setelah kemarin melejit. Dewan Keamanan PBB melakukan pertemuan di  Suriah setelah lima anggota DK PBB setuju tentang persyaratan-persyaratan resolusi yang mengharuskan Presiden Bashar al-Assad untuk menyerahkan seluruh senjata kimianya. Harga minyak mentah kemarin mengalami kenaikan setelah data klaim pengangguran mengalami penurunan secara tidak terduga.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah tampak mengalami pelemahan lanjutan (30/09). Harga minyak mentah mengalami penurunan dan mencapai posisi terendah dalam nyaris tiga bulan belakangan. Pelemahan harga komoditas ini terjadi akibat kekhawatiran mandeknya perundingan mengenai anggaran di Amerika Serikat.

Sementara itu dari China data yang menggambarkan kondisi aktivitas manufaktur di bulan September menunjukkan bahwa ekspansi yang terjadi ternyata tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini menimbulkan tanda tanya mengenai apakah pemulihan ekonomi di negara tersebut memang sekuat yang diharapkan pasar.

HSBC Final Manufacturing PMI China untuk bulan September hari ini tidak sebaik estimasi. Pagi ini data tersebut keluar di angka 50.2 poin. Meskipun masih berada dalam zona “aman” yang menunjukkan masih terjadi ekspansi, data ini berada di bawah perkiraan yang diharapkan di level 51.2 poin. Meskipun demikian data ini memang relatif lebih baik dibandingkan bulan PMI Final Agustus yang ada di level 50.1 poin.

Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan November tampak mengalami penurunan sebesar 1.42 dollar atau 1.4 persen dan ditransaksikan pada posisi 101.45 dollar per barel. Pada perdagangan hari ini harga minyak mentah mengalami penurunan hingga level paling rendah sejak tanggal 5 Juli lalu. Sepanjang kuartal ketiga ini harga telah mengalami peningkatan sebesar 5.3 persen dan sepanjang tahun 2013 telah mengalami peningkatan sebesar 11 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga minyak mentah jenis WTI berjangka pada perdagangan hari ini akan mengalami pergerakan yang cenderung melemah. Harga komoditas tersebut hari ini mengalami pergerakan pada kisaran 100.00 – 103.80 dollar per barel.

Rabu, 25 September 2013

Setelah Turun Selama 4 Hari Berturut-turut, Harga Minyak Mentah WTI Rebound

Berita minyak pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI tampak mengalami penurunan tajam (25/09). Harga minyak anjlok ke level terendah dalam delapan minggu di tengah spekulasi bahwa kondisi hubungan AS dan Iran membaik. Sementara itu makin jauhnya potensi aksi militer ke Suriah juga menjadi salah satu faktor yang mendorong turunnya harga minyak mentah.

Harga minyak mentah terpukul karena pasar mengharapkan adanya kontak antara Presiden AS Barack Obama dan Presiden Iran Hassan Raouhani pada Pertemuan Umum PBB di New York yang akan dilangsungkan hari ini. Interaksi antara kedua kepala negara ini akan menandai pergeseran hubungan antara kedua negara tersebut. Sementara itu DK PBB masih terus melanjutkan kerja sama dengan AS dan Rusia untuk memusnahkan senjata kimia milik Suriah.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah jenis WTI terpantau mengalami peningkatan (25/09). Harga minyak mentah rebound dari paceklik selama empat hari berturut-turut menjelang rilis data dari Amerika Serikat nanti malam yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah mengalami penurunan di negara tersebut.

Harga minyak mentah turun jelang laporan pasokan minyak mentah. Para pelaku pasar memperkirakan pekan lalu pasokan minyak mentah di AS mengalami penurunan sebesar 1 juta barel dan mencapai posisi paling rendah dalam 18 bulan belakangan. American Petroleum Institute mengatakan bahwa pasokan mengalami penurunan sebesar 54000 barel pekan lalu.

Pada perdagangan yang berakhir dini hari tadi harga minyak mentah ditutup pada harga penutupan paling rendah dalam delapan minggu. Anjloknya harga minyak mentah selama empat hari berturut-turut merupakan imbas harapan membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Iran serta turunnya ketegangan yang terkait Suriah.

Hari ini di pasar elektronik Asia harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan November mengalami kenaikan sebesar 31 sen atau 103.44 dollar per barel. Selama empat hari melemah harga turun sebesar 4.6 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka WTI  pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami peningkatan terbatas. Untuk hari ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 102.00 – 105.20 dollar per barel.

Selasa, 17 September 2013

Harga Minyak WTI Anjlok Terbesar dalam 3 Minggu

Kabar minyak hari ini datang dari pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan malam hari ini terpantau mengalami kondisi yang melemah. Penurunan pergerakan minyak disebabkan oleh pengaruh pernyataan Presiden AS, Barack Obama melalui pidatonya beberapa saat lalu yang menyatakan merevisi kebijakan penyerangan militer ke Suriah yang sempat dipresentasikan di depan Kongres pada pekan lalu. Ia menyatakan bahwa pemerintah AS akan bersama-sama dengan PBB dan juga negara lain untuk merundingkan solusi yang tepat sebagai penentuan sangsi non militer bagi Suriah.

Alhasil hal tersebut membuat harga minyak kembali melemah yang dua hari lalu sempat naik akibat ketegangan tensi di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut juga memberikan situasi yang kondusif bagi pasar yang sebelumnya khawatir jika penyerangan militer jadi terealisasi dapat memicu kenaikan harga minyak yang lebih tinggi lagi dan pada akhirnya dapat menyebabkan tingkat inflasi global meningkat tajam.

Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI kembali melemah dengan tajam. Harga minyak mentah membukukan penurunan terbesar dalam tiga pekan setelah Suriah setuju mengikuti rencana Rusia untuk menyerahkan senjata kimianya, menurunkan potensi konflik di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak mentah anjlok 1.9 persen setelah Perancis menyatakan akan menyerahkan proposal ke PBB untuk menyita senjata kimia milik pemerintah Suriah. Pemerintah Suriah di bawah Bashar al-Assad telah menyetujui rencana Rusia untuk mengikuti keinginan dari Perancis tersebut. Dengan persetujuan itu Amerika Serikat tampaknya akan membatalkan rencananya untuk menyerang Suriah.

Para pelaku pasar mulai menghilangkan kemungkinan serangan ke Suriah oleh Amerika Serikat seiring dengan perkembangan baru ini. Harga minyak mentah yang sempat melonjak akibat potensi konflik, saat ini mulai tampak melemah.

Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Oktober mengalami penurunan sebesar 2.13 dollar dan ditutup pada posisi 107.39 dollar per barel. Harga penutupan ini merupakan yang paling rendah sejak tanggal 4 September lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada sesi perdagangan selanjutnya akan cenderung mengalami penurunan lanjutan. Untuk harga komoditas ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran 105 – 110 dollar per barel.