Rabu, 25 September 2013

Setelah Turun Selama 4 Hari Berturut-turut, Harga Minyak Mentah WTI Rebound

Berita minyak pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI tampak mengalami penurunan tajam (25/09). Harga minyak anjlok ke level terendah dalam delapan minggu di tengah spekulasi bahwa kondisi hubungan AS dan Iran membaik. Sementara itu makin jauhnya potensi aksi militer ke Suriah juga menjadi salah satu faktor yang mendorong turunnya harga minyak mentah.

Harga minyak mentah terpukul karena pasar mengharapkan adanya kontak antara Presiden AS Barack Obama dan Presiden Iran Hassan Raouhani pada Pertemuan Umum PBB di New York yang akan dilangsungkan hari ini. Interaksi antara kedua kepala negara ini akan menandai pergeseran hubungan antara kedua negara tersebut. Sementara itu DK PBB masih terus melanjutkan kerja sama dengan AS dan Rusia untuk memusnahkan senjata kimia milik Suriah.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah jenis WTI terpantau mengalami peningkatan (25/09). Harga minyak mentah rebound dari paceklik selama empat hari berturut-turut menjelang rilis data dari Amerika Serikat nanti malam yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah mengalami penurunan di negara tersebut.

Harga minyak mentah turun jelang laporan pasokan minyak mentah. Para pelaku pasar memperkirakan pekan lalu pasokan minyak mentah di AS mengalami penurunan sebesar 1 juta barel dan mencapai posisi paling rendah dalam 18 bulan belakangan. American Petroleum Institute mengatakan bahwa pasokan mengalami penurunan sebesar 54000 barel pekan lalu.

Pada perdagangan yang berakhir dini hari tadi harga minyak mentah ditutup pada harga penutupan paling rendah dalam delapan minggu. Anjloknya harga minyak mentah selama empat hari berturut-turut merupakan imbas harapan membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Iran serta turunnya ketegangan yang terkait Suriah.

Hari ini di pasar elektronik Asia harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan November mengalami kenaikan sebesar 31 sen atau 103.44 dollar per barel. Selama empat hari melemah harga turun sebesar 4.6 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka WTI  pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami peningkatan terbatas. Untuk hari ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 102.00 – 105.20 dollar per barel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar