Selasa, 17 September 2013

Harga Minyak WTI Anjlok Terbesar dalam 3 Minggu

Kabar minyak hari ini datang dari pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan malam hari ini terpantau mengalami kondisi yang melemah. Penurunan pergerakan minyak disebabkan oleh pengaruh pernyataan Presiden AS, Barack Obama melalui pidatonya beberapa saat lalu yang menyatakan merevisi kebijakan penyerangan militer ke Suriah yang sempat dipresentasikan di depan Kongres pada pekan lalu. Ia menyatakan bahwa pemerintah AS akan bersama-sama dengan PBB dan juga negara lain untuk merundingkan solusi yang tepat sebagai penentuan sangsi non militer bagi Suriah.

Alhasil hal tersebut membuat harga minyak kembali melemah yang dua hari lalu sempat naik akibat ketegangan tensi di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut juga memberikan situasi yang kondusif bagi pasar yang sebelumnya khawatir jika penyerangan militer jadi terealisasi dapat memicu kenaikan harga minyak yang lebih tinggi lagi dan pada akhirnya dapat menyebabkan tingkat inflasi global meningkat tajam.

Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI kembali melemah dengan tajam. Harga minyak mentah membukukan penurunan terbesar dalam tiga pekan setelah Suriah setuju mengikuti rencana Rusia untuk menyerahkan senjata kimianya, menurunkan potensi konflik di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak mentah anjlok 1.9 persen setelah Perancis menyatakan akan menyerahkan proposal ke PBB untuk menyita senjata kimia milik pemerintah Suriah. Pemerintah Suriah di bawah Bashar al-Assad telah menyetujui rencana Rusia untuk mengikuti keinginan dari Perancis tersebut. Dengan persetujuan itu Amerika Serikat tampaknya akan membatalkan rencananya untuk menyerang Suriah.

Para pelaku pasar mulai menghilangkan kemungkinan serangan ke Suriah oleh Amerika Serikat seiring dengan perkembangan baru ini. Harga minyak mentah yang sempat melonjak akibat potensi konflik, saat ini mulai tampak melemah.

Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Oktober mengalami penurunan sebesar 2.13 dollar dan ditutup pada posisi 107.39 dollar per barel. Harga penutupan ini merupakan yang paling rendah sejak tanggal 4 September lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada sesi perdagangan selanjutnya akan cenderung mengalami penurunan lanjutan. Untuk harga komoditas ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran 105 – 110 dollar per barel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar