Selasa, 23 Juli 2013

Harga Minyak Mentah WTI Bergerak Naik Tipis

Harga Minyak WTI Lampaui Brent Pertama Kali Sejak Tahun 2010Pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah kembali melanjutkan peningkatannya. Harga minyak mentah menguat untuk empat hari berturut-turut setelah adanya spekulasi bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat mengalami penurunan. Harga minyak mentah WTI melampaui Brent untuk pertama kali sejak tahun 2010 yang lalu.

Harga minyak mentah kembali mengalami peningkatan pada perdagangan hari ini setelah pekan lalu menggenapi kenaikan mingguan untuk empat minggu berturut-turut. Harga minyak mentah jenis WTi untuk kontrak pengiriman bulan Agustus yang akan jatuh tempo hari ini mengalami peningkatan sebesar 44 sen atau setara dengan 0.4 persen dan diperdagangkan pada posisi 108.49 dollar per barel.

Sementara itu pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah tampak mengalami fluktuasi (23/07). Harga komoditas ini mengalami konsolidasi setelah pada perdagangan kemarin anjlok tajam, mengalami penurunan harian paling besar dalam lebih dari satu minggu terakhir. Anjloknya harga minyak mentah disebabkan oleh data ekonomi AS yang lebih buruk dari ekspektasi, meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi akan stagnan di negara pengguna minyak terbesar di dunia ini.

Harga minyak mentah pada perdagangan tadi malam mengalami penurunan setelah sempat mencapai posisi paling tinggi dalam 16 bulan belakangan. Tadi malam rilis data existing homes sales menunjukkan kondisi yang mengecewakan. Existing homes sales di bulan Juni lalu mengalami penurunan menjadi 5.08M dibandingkan angka 5.14M yang dihasilkan data bulan Mei sebelumnya. Pejualan ini berada di bawah ekspektasi sebesar 5.27M.

Hari ini harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan September mengalami kenaikan tipis sebesar 16 sen. Harga minyak mentah diperdagangkan pada posisi 107.10 dollar per barel.

Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak September juga mengalami peningkatan sebesar 5 sen dan diperdagangkan pada posisi 108.20 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas minyak mentah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kondisi yang cenderung sideways karena pola pergerakan mulai masuk dalam konsolidasi. Harga komoditas ini berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 106 - 110 dollar AS.

Kamis, 04 Juli 2013

Harga Minyak WTI Bergerak Meroket ke 14 Bulan Tertinggi

Harga Minyak WTI Bergerak Meroket ke 14 Bulan TertinggiPada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam dan mencapai ke atas level 100 dollar per barel. Harga minyak jenis WTI tersebut mencapai ke atas 100 dollar untuk pertama kalinya sejak bulan September lalu setelah ketegangan politik di Mesir memanas. Sementara itu pasokan minyak mentah di AS tampaknya bakal mengalami penurunan.

Harga komoditas sumber energi ini menguat di tengah kekhawatiran bahwa protes yang terjadi Mesir akan berdampak luas ke negara-negara lain di kawasan Timur Tengah. Kemelut politik di kawasan tersebut berpotensi menghambat pasokan dari kawasan tersebut.

Sementara itu pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami kenaikan tajam (04/07). Harga minyak mentah jenis WTI melejit ke level paling tinggi dalam 14 bulan belakangan didorong oleh kondisi fundamental yang bullish.

Pada rilis data tadi malam, tampak pasokan minyak mentah di AS mengalami penurunan yang signifikan. Energy Information Administration menunjukkan bahwa pasokan minyak mengalami penurunan sebesar 10.3 juta barel menjadi 383.8 juta barel.

Sementara itu ketegangan politik di Mesir meningkat setelah adanya kabar bahwa presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi yang belum lama menjabat dikudeta oleh pihak militer. Pasar khawatir kondisi ini bisa menyebar ke negara-negara lain di Timur Tengah, yang berpotensi mengakibatkan gangguan pasokan minyak mentah.

Harga minyak mentah berjangka untuk jenis WTI kontrak bulan Agustus mengalami peningkatan sebesar 1.64 dollar atau setara dengan 1.6 persen dan berakhir pada posisi 101.24 dollar per barel. Harga penutupan ini merupakan yang paling tinggi sejak tanggal 3 Mei 2012. Pasar Nymex akan tutup untuk perdagangan fisik nanti malam karena perayaan Hari Kemerdekaan AS tanggal 4 Juli.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka pada perdagangan hari ini akan cenderung menguat terbatas. Harga minyak mentah diprediksi akan mengalami pergerakan pada kisaran 100 – 105 dollar per barel.

Rabu, 03 Juli 2013

Imbas Bullish Minyak Mentah, Harga CPO Alami Rebound

Harga CPO Alami Rebound, Imbas Bullish Minyak MentahHarga minyak kelapa sawit untuk perdagangan dua hari lalu ditutup mengalami peningkatan setelah sebelumnya mengalami penurunan selama 4 hari perdagangan terakhir. Naiknya pergerakan minyak kelapa sawit disebabkan oleh adanya sebuah laporan bahwa pengiriman minyak kelapa sawit untuk bulan Juni mengalami kenaikan 7% menjadi 1,35 juta ton. Kenaikan tersebut sesuai produksi mengingat sampai dengan pertenghan bulan Juni lalu ekspor minyak kelapa sawit Malaysia mengalami kenaikan.

Dengan naiknya pengiriman atau ekspor minyak kelapa sawit Malaysia untuk bulan Juni, kita bisa menarik kesimpulan bahwa permintaan komoditi bahan baku minyak goreng tersebut mengalami kenaikan jelang datangnya bulan Ramadhan yang akan jatuh pada pekan depan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan dan India mengalami kenaikan kebutuhan akan minyak goreng di saat tersebut.

Harga minyak kelapa sawit berjangka mengalami kenaikan 1,2% menjadi 2372 ringgit atau 750 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatoves. Sepanjang bulan Juni lalu harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan sebesar 2,2%.

Sementara itu Setelah mengalami penurunan selama dua hari, pergerakan harga minyak kelapa sawit untuk perdagangan hari ini (3/7) kembali mengalami kenaikan. Melonjaknya harga minyak mentah yang hari ini melampaui level 100 dollar per barel rupanya menjadi salah satu faktor pendorong bagi pergerakan harga minyak sawit.

Faktor pendorong lainnya bagi kenaikan harga minyak kelapa sawit ialah mengenai adanya laporan bahwa ekspor minyak kelapa sawit Malaysia untuk bulan Juni lalu mengalami kenaikan 7% menjadi 1,35 juta ton. Dengan naiknya data tersebut berarti ekspor minyak kelapa sawit Malaysia dalam dua bulan terakhir mengalami kenaikan beruntun.

Harga minyak kelapa sawit berjangka mengalami kenaikan sebesar 0,8% menjadi 2357 ringgit atau 740 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives. Sedangkan harga minyak kedelai mengalami kenaikan sebesar 0,2% menjadi 45,7 sen per pound.

Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan harga minyak kelapa sawit diperkirakan bahwa harga minyak kelapa sawit akan masih berpeluang mengalami kenaikan. Hal tersebut ditopang oleh adanya sebuah gelombang kenaikan permintaan minyak goreng jelang datangnya bulan Ramadhan pada pekan depan.

Senin, 01 Juli 2013

Jelang Ramadhan Harga CPO Rebound

Harga CPO Rebound Jelang RamadhanPergerakan harga minyak kelapa sawit untuk perdagangan pada beberapa hari yang lalu ditutup melemah. Bayang-bayang mengenai penurunan permintaan justru muncul di pasar menyusul adanya peluang kenaikan permintaan minyak kedelai yang merupakan komoditi alternatif dari minyak kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng.

Naiknya permintaan minyak kedelai disebabkan oleh peralihan minat konsumen ditengah tingginya harga minyak kelapa sawit dan juga melimpahnya kedelai pada saat ini akibat terjadinya surplus persediaan kedelai di beberapa negara seperti Brasil dan Amerika Serikat.

Harga minyak kelapa sawit berjangka melemah sebesar 1,4% menjadi 2347 ringgit atau 739 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatoves. Level tersebut merupakan level terendah sejak 23 Mei lalu.

Namun peluang kenaikan harga minyak kelapa sawit dalam jangka pendek masih terbuka lebar mengingat potensi tingginya permintaan minyak kelapa sawit di Asia masih tinggi jelang datangnya bulan Ramadhan yang dimana kebutuhan akan minyak goreng cukup tinggi di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, India dan Pakistan.

Dan smentara itu untuk Harga komoditi minyak kelapa sawit untuk perdagangan hari ini (1/7) ditutup mengalami peningkatan setelah sebelumnya mengalami penurunan selama 4 hari perdagangan terakhir. Naiknya pergerakan minyak kelapa sawit disebabkan oleh adanya sebuah laporan bahwa pengiriman minyak kelapa sawit untuk bulan Juni mengalami kenaikan 7% menjadi 1,35 juta ton. Kenaikan tersebut sesuai produksi mengingat sampai dengan pertenghan bulan Juni lalu ekspor minyak kelapa sawit Malaysia mengalami kenaikan.

Dengan naiknya pengiriman atau ekspor minyak kelapa sawit Malaysia untuk bulan Juni, kita bisa menarik kesimpulan bahwa permintaan komoditi bahan baku minyak goreng tersebut mengalami kenaikan jelang datangnya bulan Ramadhan yang akan jatuh pada pekan depan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan dan India mengalami kenaikan kebutuhan akan minyak goreng di saat tersebut.

Harga minyak kelapa sawit berjangka mengalami kenaikan 1,2% menjadi 2372 ringgit atau 750 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatoves. Sepanjang bulan Juni lalu harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan sebesar 2,2%.

Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan harga minyak kelapa sawit diperkirakan akan masih berpeluang mengalami kenaikan dan tidak menutup kemungkinan akan menyentuh level 2400 ringgit per metrik ton.