Pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam dan mencapai ke atas level 100 dollar per barel. Harga minyak jenis WTI tersebut mencapai ke atas 100 dollar untuk pertama kalinya sejak bulan September lalu setelah ketegangan politik di Mesir memanas. Sementara itu pasokan minyak mentah di AS tampaknya bakal mengalami penurunan.Harga komoditas sumber energi ini menguat di tengah kekhawatiran bahwa protes yang terjadi Mesir akan berdampak luas ke negara-negara lain di kawasan Timur Tengah. Kemelut politik di kawasan tersebut berpotensi menghambat pasokan dari kawasan tersebut.
Sementara itu pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami kenaikan tajam (04/07). Harga minyak mentah jenis WTI melejit ke level paling tinggi dalam 14 bulan belakangan didorong oleh kondisi fundamental yang bullish.
Pada rilis data tadi malam, tampak pasokan minyak mentah di AS mengalami penurunan yang signifikan. Energy Information Administration menunjukkan bahwa pasokan minyak mengalami penurunan sebesar 10.3 juta barel menjadi 383.8 juta barel.
Sementara itu ketegangan politik di Mesir meningkat setelah adanya kabar bahwa presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi yang belum lama menjabat dikudeta oleh pihak militer. Pasar khawatir kondisi ini bisa menyebar ke negara-negara lain di Timur Tengah, yang berpotensi mengakibatkan gangguan pasokan minyak mentah.
Harga minyak mentah berjangka untuk jenis WTI kontrak bulan Agustus mengalami peningkatan sebesar 1.64 dollar atau setara dengan 1.6 persen dan berakhir pada posisi 101.24 dollar per barel. Harga penutupan ini merupakan yang paling tinggi sejak tanggal 3 Mei 2012. Pasar Nymex akan tutup untuk perdagangan fisik nanti malam karena perayaan Hari Kemerdekaan AS tanggal 4 Juli.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka pada perdagangan hari ini akan cenderung menguat terbatas. Harga minyak mentah diprediksi akan mengalami pergerakan pada kisaran 100 – 105 dollar per barel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar