Rabu, 30 Oktober 2013

Harga Minyak WTI Ditutup Melemah untuk Pertama Kali dalam 4 Sesi

Berita minyak pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah jenis WTI terpantau mengalami penurunan yang cukup signifikan (29/10). Harga minyak mentah anjlok dari posisi paling tinggi dalam satu minggu menjelang rilis data dari pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat akan menguat ke level tertinggi dalam empat bulan belakangan.

Besok malam data resmi mengenai kondisi pasokan minyak mentah akan diumumkan. Diperkirakan minggu lalu pasokan minyak mentah di AS kembali mengalami kenaikan untuk enam minggu berturut-turut. Pasokan minyak mentah diperkirakan mengalami kenaikan 2.7 juta barel minggu lalu menjadi 382.5 juta barel yang merupakan level paling tinggi sejak Juni.

Pasokan bensin diperkirakan mengalami penurunan sebesar 550,000 barel. Sementara itu pasokan minyak distilasi termasuk minyak pemanas dan diesel diperkirakan akan menunjukkan penurunan sebesar 950,000 barel.

Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah terpantau mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam empat hari berturut-turut (30/10). Dini hari tadi harga minyak mentah terpangkas melemah di tengah estimasi bahwa pasokan minyak mentah pekan lalu di AS mengalami kenaikan hingga mencapai level tertinggi dalam empat bulan belakangan.

Harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar 0.9 persen hari ini. Pasokan minyak mentah menguat untuk enam dari tujuh minggu belakangan pada minggu yang berakhir tanggal 25 Oktober lalu, menurut lingkaran survey Bloomberg. Hari ini Administrasi Informasi Energi akan merilis data resmi pasokan minyak mentah di AS tersebut.

Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Desember terpantau mengalami penurunan sebesar 45 sen atau setara dengan 0.5 persen. Harga minyak mentah ini ditutup pada posisi 98.30 dollar per barel. Sepanjang bulan Oktober ini harga minyak mentah telah mengalami penurunan sebesar 4.5 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka masih berpotensi untuk mengalami penurunan pada sesi perdagangan hari ini. Untuk sementara ini harga minyak mentah diperkirakan akan bergerak di kisaran 97.00 – 100.00 dollar per barel.

Selasa, 22 Oktober 2013

Harga Minyak WTI Sesi Asia Masih Lanjutkan Penurunan ke Level 98 Dollar

Berita minyak pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah berjangka jenis WTI terpantau membukukan penurunan (22/10). Harga minyak WTI tersebut melemah setelah adanya laporan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat pekan lalu mengalami kenaikan hingga mencapai posisi paling tinggi dalam tiga bulan belakangan.

Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan sebesar 1.6 persen setelah Administrasi Informasi Energi mengatakan bahwa pasokan di AS pekan lalu mengalami peningkatan sebesar 4 juta barel dan mencapai angka 374.5 juta barel. Pasokan ini mencapai level paling tinggi sejak tanggal 28 Juni lalu.

Sementara itu pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah berjangka jenis WTI terpantau mengalami penurunan lanjutan (22/10). Harga minyak mentah bertahan di bawah level 100 per dollar AS setelah tadi malam dirilis data pasokan minyak mentah di AS yang meningkat mencapai level paling tinggi dalam 15 minggu belakangan.

Harga minyak mentah berjangka anjlok mulai tadi malam setelah Administrasi Informasi Energi mengatakan bahwa pasokan di AS pekan lalu mengalami peningkatan sebesar 4 juta barel dan mencapai angka 374.5 juta barel. Pasokan ini mencapai level paling tinggi sejak tanggal 28 Juni lalu.

Pasokan minyak mentah di AS mengalami kenaikan dikarenakan turunnya permintaan dari perusahaan-perusahaan penyulingan. Produksi penyulingan turun akibat kondisi musiman yang sedang menunjukkan penurunan konsumsi bahan bakar.

Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan November di Nymex hari ini mengalami penurunan sebesar 37 sen atau setara dengan 0.4 persen dan diperdagangkan pada posisi 98.85 dollar per barel. Harga minyak mentah pada akhir perdagangan dini hari tadi ditutup pada posisi 99.22 dollar per barel, bukukan penurunan sebesar 1.59 dollar atau 1.6 persen. Minyak WTI untuk kontrak November akan jatuh tempo pada akhir sesi perdagangan nanti malam (besok dini hari).

Sementara itu harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak Desember tampak membukukan penurunan sebesar 26 sen  pada sesi perdagangan hari ini, setelah anjlok 1.4 persen kemarin. Kontrak paling aktif selanjutnya ini diperdagangkan pada posisi 99.42 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI masih berpotensi untuk melanjutkan penurunan terbatas. Hari ini diperkirakan komoditas ini akan mengalami pergerakan pada kisaran 98.00 – 100.20 dollar per barel.

Jumat, 18 Oktober 2013

Akibat Akselerasi Pertumbuhan PDB China, Harga Minyak Mentah Rebound

Pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah jenis WTI terpantau mengalami pergerakan yang sideways dan terbatas (17/10). Harga minyak mentah bergerak tertahan setelah pada akhir perdagangan dini hari tadi melonjak terbesar dalam satu minggu belakangan setelah para petinggi di AS mencapai kesepakatan untuk menaikkan batas utang dan menghindari gagal bayar.

Pada sesi perdagangan kemarin harga minyak mentah membukukan kenaikan harian sebesar 1.1 persen, terbesar sejak tanggal 10 Oktober lalu. Para investor kembali memburu asset dengan imbal hasil tinggi setelah ada kabar bahwa para petinggi Senat di Amerika Serikat sudah menandatangani kesepakatan untuk menghindari kebangkrutan. Kesepakatan tersebut berisi penetapan kenaikan batas atas utang di negara tersebut. Kongres AS juga sudah melakukan pengambilan suara dan memutuskan untuk meloloskan kenaikan batas utang tersebut.

Pergerakan harga minyak mentah hari ini terbatas di tengah kabar bahwa pasokan minyak mentah di AS pekan lalu mengalami kenaikan. Tercatat pasokan minyak mentah mengalami kenaikan sebesar 5.94 juta barel.

Sementara itu berita minyak pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah mengalami kenaikan setelah sempat tergerus ke posisi paling rendah dalam tiga bulan belakangan pekan lalu (18/10). Harga komoditas ini rebound dan menghapuskan sebagian penurunannya minggu ini. Data ekonomi dari China memberikan sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi masih cukup solid sehingga harapan terjadinya kenaikan permintaan dari negara ini juga masih cukup besar.

PDB kuartal ketiga China mengalami kenaikan sebesar 7.8 persen di kuartal Juli – September dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini sesuai dengan ekspektasi para analis.

Sementara itu data terpisah menunjukkan bahwa produksi sektor industri mengalami kenaikan sebesar 10.2 persen di bulan September. Ini juga sesuai dengan ekspektasi. Sementara itu penjualan eceran mengalami kenaikan  sebesar 13.3 persen, agak lebih kecil dibandingkan ekspektasi kenaikan sebesar 13.6 persen.

Seiring dengan solidnya data pertumbuhan ekonomi China tersebut harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak November tampak mengalami kenaikan sebesar 21 sen dan diperdagangkan pada posisi 100.88 dollar per barel. Kemarin harga minyak mentah ini mengalami penurunan sebesar 1.62 dollar atau 1.6 persen dan ditutup pada posisi 100.67 dollar per barel yang merupakan harga penutupan paling rendah sejak tanggal 2 Juli lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka jenis WTI masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan. Hari ini diperkirakan harga komoditas ini akan mengalami pergerakan pada kisaran 100.00 – 102.00 dollar per barel.

Senin, 07 Oktober 2013

Akibat Badai di AS, Pergerakan Minyak Mentah Terangkat

Berita minyak kali ini datang dari pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan kemarin malam terpantau kembali mengalami pelemahan. Setelah rebound di perdagangan kemarin, harga minyak kembali bergerak lesu setelah hari ini belum ada tanda-tanda lanjutan mengenai perundingan pihak pemerintah AS dengan pihak parlemen menyusul masih terjadinya aksi “shutdown” yang dilakukan oleh pemerintah AS pada hari ini yang telah memasuki hari ketiga.

Sentimen negatif lainnya datang dari laporan jumlah persediaan minyak mentah AS untuk pekan lalu yang dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 5,5 juta barel. Naiknya persediaan minyak menandakan bahwa permintaan bahan bakar minyak untuk pekan lalu di AS mengalami penurunan.

Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan sebesar 65 sen menjadi 103,45 dollar per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan sebesar 49 sen menjadi 108,7 dollar per barel.

Sementara itu pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan malam ini terpantau mengalami kenaikan setelah bergerak flat sampai dengan perdagangan siang tadi. Kenaikan harga minyak mentah saat ini disebabkan oleh adanya laporan bahwa di sepanjang sungai Mississippi saat ini sedang dilanda badai dengan kecepatan angin mencapai 105 kilometer per jam. Badai tersebut terjadi sejak kemarin dan diperkirakan akan merambat ke beberapa kota di bagian utara AS.

Kejadian tersebut dikhawatirkan dapat berpengaruh kepada arus distribus minyak dari beberapa kilang minyak di kilang lepas pantai perairan AS bagian selatan yang banyak terdapat kilang milik Royal Dutch Shell dan Chevron Corp yang merupakan penyalur utama minyak mentah ke AS.

Harga minyak mentah berjangka saat ini mengalami kenaikan sebesar 44 sen menjadi 103,75 dollar per barel. Sedangkan minyak mentah jenis Brent naik 54 sen menjadi 109,54 dollar per barel.

Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa harga minyak diperkirakan akan masih belum aman malam ini. Kejadian badai yang ada di AS rupanya akan berhadapan dengan kondisi nasional AS dimana “shutdown” pemerintahan AS telah memasuki hari keempat pada hari ini yang dapat berimbas negatif bagi ekonomi AS dan global. Level support untuk minyak mentah sebesar 101,3 dollar per barel dan level resistant 104,77 dollar per barel.