Berita minyak pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah berjangka jenis WTI terpantau membukukan penurunan (22/10). Harga minyak WTI tersebut melemah setelah adanya laporan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat pekan lalu mengalami kenaikan hingga mencapai posisi paling tinggi dalam tiga bulan belakangan.
Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan sebesar 1.6 persen setelah Administrasi Informasi Energi mengatakan bahwa pasokan di AS pekan lalu mengalami peningkatan sebesar 4 juta barel dan mencapai angka 374.5 juta barel. Pasokan ini mencapai level paling tinggi sejak tanggal 28 Juni lalu.
Sementara itu pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah berjangka jenis WTI terpantau mengalami penurunan lanjutan (22/10). Harga minyak mentah bertahan di bawah level 100 per dollar AS setelah tadi malam dirilis data pasokan minyak mentah di AS yang meningkat mencapai level paling tinggi dalam 15 minggu belakangan.
Harga minyak mentah berjangka anjlok mulai tadi malam setelah Administrasi Informasi Energi mengatakan bahwa pasokan di AS pekan lalu mengalami peningkatan sebesar 4 juta barel dan mencapai angka 374.5 juta barel. Pasokan ini mencapai level paling tinggi sejak tanggal 28 Juni lalu.
Pasokan minyak mentah di AS mengalami kenaikan dikarenakan turunnya permintaan dari perusahaan-perusahaan penyulingan. Produksi penyulingan turun akibat kondisi musiman yang sedang menunjukkan penurunan konsumsi bahan bakar.
Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan November di Nymex hari ini mengalami penurunan sebesar 37 sen atau setara dengan 0.4 persen dan diperdagangkan pada posisi 98.85 dollar per barel. Harga minyak mentah pada akhir perdagangan dini hari tadi ditutup pada posisi 99.22 dollar per barel, bukukan penurunan sebesar 1.59 dollar atau 1.6 persen. Minyak WTI untuk kontrak November akan jatuh tempo pada akhir sesi perdagangan nanti malam (besok dini hari).
Sementara itu harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak Desember tampak membukukan penurunan sebesar 26 sen pada sesi perdagangan hari ini, setelah anjlok 1.4 persen kemarin. Kontrak paling aktif selanjutnya ini diperdagangkan pada posisi 99.42 dollar per barel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI masih berpotensi untuk melanjutkan penurunan terbatas. Hari ini diperkirakan komoditas ini akan mengalami pergerakan pada kisaran 98.00 – 100.20 dollar per barel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar