Berita minyak kali ini datang dari pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan kemarin malam terpantau kembali mengalami pelemahan. Setelah rebound di perdagangan kemarin, harga minyak kembali bergerak lesu setelah hari ini belum ada tanda-tanda lanjutan mengenai perundingan pihak pemerintah AS dengan pihak parlemen menyusul masih terjadinya aksi “shutdown” yang dilakukan oleh pemerintah AS pada hari ini yang telah memasuki hari ketiga.
Sentimen negatif lainnya datang dari laporan jumlah persediaan minyak mentah AS untuk pekan lalu yang dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 5,5 juta barel. Naiknya persediaan minyak menandakan bahwa permintaan bahan bakar minyak untuk pekan lalu di AS mengalami penurunan.
Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan sebesar 65 sen menjadi 103,45 dollar per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan sebesar 49 sen menjadi 108,7 dollar per barel.
Sementara itu pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan malam ini terpantau mengalami kenaikan setelah bergerak flat sampai dengan perdagangan siang tadi. Kenaikan harga minyak mentah saat ini disebabkan oleh adanya laporan bahwa di sepanjang sungai Mississippi saat ini sedang dilanda badai dengan kecepatan angin mencapai 105 kilometer per jam. Badai tersebut terjadi sejak kemarin dan diperkirakan akan merambat ke beberapa kota di bagian utara AS.
Kejadian tersebut dikhawatirkan dapat berpengaruh kepada arus distribus minyak dari beberapa kilang minyak di kilang lepas pantai perairan AS bagian selatan yang banyak terdapat kilang milik Royal Dutch Shell dan Chevron Corp yang merupakan penyalur utama minyak mentah ke AS.
Harga minyak mentah berjangka saat ini mengalami kenaikan sebesar 44 sen menjadi 103,75 dollar per barel. Sedangkan minyak mentah jenis Brent naik 54 sen menjadi 109,54 dollar per barel.
Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa harga minyak diperkirakan akan masih belum aman malam ini. Kejadian badai yang ada di AS rupanya akan berhadapan dengan kondisi nasional AS dimana “shutdown” pemerintahan AS telah memasuki hari keempat pada hari ini yang dapat berimbas negatif bagi ekonomi AS dan global. Level support untuk minyak mentah sebesar 101,3 dollar per barel dan level resistant 104,77 dollar per barel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar