Senin, 01 Juli 2013

Jelang Ramadhan Harga CPO Rebound

Harga CPO Rebound Jelang RamadhanPergerakan harga minyak kelapa sawit untuk perdagangan pada beberapa hari yang lalu ditutup melemah. Bayang-bayang mengenai penurunan permintaan justru muncul di pasar menyusul adanya peluang kenaikan permintaan minyak kedelai yang merupakan komoditi alternatif dari minyak kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng.

Naiknya permintaan minyak kedelai disebabkan oleh peralihan minat konsumen ditengah tingginya harga minyak kelapa sawit dan juga melimpahnya kedelai pada saat ini akibat terjadinya surplus persediaan kedelai di beberapa negara seperti Brasil dan Amerika Serikat.

Harga minyak kelapa sawit berjangka melemah sebesar 1,4% menjadi 2347 ringgit atau 739 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatoves. Level tersebut merupakan level terendah sejak 23 Mei lalu.

Namun peluang kenaikan harga minyak kelapa sawit dalam jangka pendek masih terbuka lebar mengingat potensi tingginya permintaan minyak kelapa sawit di Asia masih tinggi jelang datangnya bulan Ramadhan yang dimana kebutuhan akan minyak goreng cukup tinggi di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, India dan Pakistan.

Dan smentara itu untuk Harga komoditi minyak kelapa sawit untuk perdagangan hari ini (1/7) ditutup mengalami peningkatan setelah sebelumnya mengalami penurunan selama 4 hari perdagangan terakhir. Naiknya pergerakan minyak kelapa sawit disebabkan oleh adanya sebuah laporan bahwa pengiriman minyak kelapa sawit untuk bulan Juni mengalami kenaikan 7% menjadi 1,35 juta ton. Kenaikan tersebut sesuai produksi mengingat sampai dengan pertenghan bulan Juni lalu ekspor minyak kelapa sawit Malaysia mengalami kenaikan.

Dengan naiknya pengiriman atau ekspor minyak kelapa sawit Malaysia untuk bulan Juni, kita bisa menarik kesimpulan bahwa permintaan komoditi bahan baku minyak goreng tersebut mengalami kenaikan jelang datangnya bulan Ramadhan yang akan jatuh pada pekan depan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan dan India mengalami kenaikan kebutuhan akan minyak goreng di saat tersebut.

Harga minyak kelapa sawit berjangka mengalami kenaikan 1,2% menjadi 2372 ringgit atau 750 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatoves. Sepanjang bulan Juni lalu harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan sebesar 2,2%.

Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan harga minyak kelapa sawit diperkirakan akan masih berpeluang mengalami kenaikan dan tidak menutup kemungkinan akan menyentuh level 2400 ringgit per metrik ton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar