Selasa, 19 November 2013

Harga Minyak Mentah Ditutup Anjlok di Nymex

Kabar minyak pada perdagangan elektronik di Asia kemarin harga minyak mentah terpantau mengalami penurunan lanjutan (18/11). Harga minyak mentah jenis WTI melemah dan melanjutkan penurunan mingguan paling panjang sejak tahun 1998 lalu. Kenaikan ekspor dari Arab Saudi menjadikan harga minyak berada dalam pola melemah.

Harga minyak mentah hingga pekan lalu telah membukukan penurunan selama enam minggu berturut-turut. Arab Saudi merupakan produsen minyak mentah terbesar di dunia di bulan September lalu dan di bulan tersebut terlihat bahwa Arab Saudi megirimkan ekspor minyak mentah tertinggi sejak bulan November 2005.

Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember mengalami penurunan sebesar 34 sen atau 0.4 persen hari ini dan diperdagangkan pada posisi 93.50 dollar per barel. Pada akhir perdagangan minggu lalu harga minyak mentah mengalami kenaikan sebesar 8 sen dan ditutup pada posisi 93.84 dollar per barel.

Pada perdagangan di bursa komoditas Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan yang cukup signifikan (19/11). Harga minyak mentah anjlok setelah adanya spekulasi bahwa pasokan akan berlebihan, seiring pula dengan potensi turunnya permintaan. Tadi malam beberapa petinggi The Fed kembali menegaskan mengenai kemungkinan untuk mengurangi program pembelian obligasi pemerintah dalam waktu dekat.

Presiden Fed New York William Dudley dalam testimoninya tadi malam mengatakan bahwa dirinya makin yakin dengan kondisi ekonomi Amerika Serikat. Berlawanan dengan Janet Yellen, tampaknya Dudley ingin memberikan sinyal bahwa program stimulus moneter seharusnya sudah mulai dipertimbangkan untuk dikurangi, atau dikenal dengan istilah tapering.

Para investor juga menantikan kabar dari perundingan antara Iran dengan negara-negara Barat yang akan kembali dilakukan pada tanggal 20 November mendatang. Jika tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran, harga minyak bisa melanjutkan penurunannya.

Harga minyak mentah WTI di Nymex tampak membukukan penurunan sebesar 81 sen dan ditutup pada posisi 93.03 dollar per barel dini hari tadi. Sementara itu harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Januari mengalami penurunan sebesar 3 sen dan ditutup pada posisi 108.47 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah akan mengalami penurunan lanjutan. Untuk sementara harga komoditas ini akan berada di kisaran 92.00 – 95.00 dollar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar