Selasa, 26 November 2013

Harga Minyak Sesi Asia Rebound oleh Spekulasi Turunnya Pasokan di AS

Kabar minyak pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan untuk dua hari berturut-turut (26/11). Harga minyak mentah tergerus melemah setelah Iran dan enam negara lain mencapai kesepakatan interim mengenai program nuklir di negara tersebut.

Harga minyak mentah terpukul setelah sebuah perjanjian ditandatangani di Jenewa kemarin. Iran setuju mengurangi kegiatan pengayaan uraniumnya sebagai ganti dari 7 miliar dollar pembebasan sanksi selama enam bulan ke depan. Ekspor minyak mentah dari negara tersebut kembali dibuka, tetapi dibatasi hanya sebesar 1 juta barel per hari.

Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Januari mengalami penutupan di posisi 94.09 dollar per barel. Harga minyak tersebut turun sebesar 75 sen atau 0.8 persen.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Januari turut melemah sebesar 5 sen. Harga minyak tesebut berakhir di posisi 111 dollar per barel setelah sempat mengalami penurunan hingga sebesar 2.7 persen pada pertengahan perdagangan.

Sementara itu harga minyak mentah pada sesi perdagangan di Asia hari ini tampak mengalami rebound setelah pada sesi perdagangan kemarin anjlok tajam (26/11). Harga komoditas energi ini kemarin terpuruk, membukukan penurunan terbesar dalam satu minggu di tengah spekulasi bahwa pasokan minyak mentah anjlok untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua bulan belakangan di Amerika Serikat.

Hari ini harga minyak mentah terpantau rebound sebesar 0.5 persen. Menurut survey di kalangan pelaku pasar, pasokan minyak mentah di AS pada minggu yang berakhir tanggal 22 November lalu akan menunjukkan penurunan pertamanya dalam 10 minggu belakangan. Diperkirakan pasokan minyak mentah di negara tersebut akan menunjukkan penurunan sebesar 300,000 barel. Data pasokan resmi dari Departemen Energi AS akan dirilis besok.

Kemarin harga minyak mentah anjlok tajam menyusul kemajuan perundingan mengenai program nuklir Iran. Hari ini harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak pengiriman bulan Januari 2014 terpantau mengalami kenaikan sebesar 51 sen dan diperdagangkan pada posisi 94.60 dollar per barel. Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar 75 sen dan ditutup pada posisi 94.09 dollar per barel, harga penutupan paling rendah sejak tanggal 20 November lalu.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Januari mengalami penurunan sebesar 13 sen hari ini. Harga ditransaksikan pada posisi 110.87 dollar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami  penurunan lanjutan. Harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 93 – 95.50 dollar AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar