Selasa, 10 Desember 2013

Harga Minyak Mentah di Sesi Asia Koreksi Tipis, Masih di Kisaran 6 Minggu Tertinggi

Kabar minyak pada perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mentah jenis WTI mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga minyak mentah Brent anjlok setelah industrial production Jerman mengalami penurunan yang tidak terduga, memperkuat sinyal bahwa pemulihan ekonomi di Eropa masih belum stabil. Selisih harga minyak Brent dan WTI mengalami penurunan ke level terendah dalam satu bulan belakangan.

Produksi pabrikan di Jerman mengalami penurunan sebesar 1.2 persen di bulan Oktober lalu. Penurunan tersebut cukup tidak terduga karena sebelumnya diperkirakan bahwa produksi pabrikan justru akan membukukan kenaikan sebesar 0.7 persen.

Harga minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 2.22 dollar dan ditutup pada posisi 109.30 dollar per barel. Harga penutupan tersebut adalah yang paling rendah sejak tanggal 20 November.

Harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak Januari 2014 mengalam penurunan sebesar 31 sen atau 0.3 persen dan tutup pada posisi 97.34 dollar per barel. Selisih harga Brent dan WTI mengecil menjadi 12.5 dollar per barel, paling rendah sejak tanggal 11 November.

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah terpantau mengalami pergerakan yang masih di kisaran tertinggi dalam enam minggu (11/12). Harga minyak mentah jenis WTI terpantau menguat setelah data dari American Petroleum menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah di AS kembali melemah untuk dua minggu berturut-turut.

Harga minyak mentah berjangka tampak bergerak dengan berfluktuasi di Nymex hari ini. Pada perdagangan kemarin harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 1.2 persen. Pasokan minyak mentah mengalami penurunan sebesar 7.5 juta barel minggu lalu menurut laporan dari API tadi malam.

Hari ini para pelaku pasar fokus pada rilis data pasokan minyak resmi dari Pemerintah AS. Departemen Energi diperkirakan akan menunjukkan bahwa pekan lalu pasokan minyak mentah mengalami penurunan sebesar 3 juta barel.

Hari ini harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan Januari tampak mengalami penurunan sebesar 7 sen dan ditransaksikan pada posisi 98.44 dollar per barel. Harga kontrak berjangka ini mengalami kenaikan sebesar 1.17 dollar dan ditutup pada posisi 98.51 dollar per barel dini hari tadi yang menandai penutupan tertinggi sejak tanggal 28 Oktober lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah berjangka untuk jenis WTI pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan kenaikannya. Untuk hari ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 97.00 – 100.00 dollar per barel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar