Berita minyak pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah terpantau mengalami rebound setelah pekan lalu membukukan penurunan mingguan terbesar sejak bulan Oktober. Rebound harga minyak mentah jenis Brent terjadi setelah pemberontak Libya menolak untuk mengalihkan control atas tiga pelabuhan minyak ke pemerintah.
Harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 0.7 persen hari ini. Harga minyak mentah Brent tersebut mengalami penurunan sebesar 2.5 persen minggu lalu di tengah spekulasi bahwa pelabuhan-pelabuhan yang ditutup sejak bulan Juli akan kembali dibuka. Akan tetapi pihak pemberontak mengatakan bahwa tiga pelabuhan akan tetap ditutup karena pemerintah menolak persyaratan yang diminta oleh pemberontak.
Output minyak mentah dari Libya yang memiliki cadangan terbukti terbesar di Afrika mengalami penurunan menjadi hanya 210,000 barel per hari bulan lalu. Output ini adalah yang paling rendah sejak tahun 2011.
Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Januari yang jatuh tempo hari ini mengalami kenaikan sebesar 73 sen dan diperdagangkan di level 109.56 dollar per barel. Kontrak Februari yang paling aktif selanjutnya mengalami peningkatan sebesar 40 sen dan ditransaksikan di posisi 108.72 dollar.
Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak Januari mengalami penurunan sebesar 26 sen dan ditransaksikan pada posisi 96.34 dollar per barel.
Pada perdagangan yang berakhir dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI di bursa Nymex tampak mengalami kenaikan yang cukup signifikan (17/12). Harga minyak mentah tersebut menguat lebih dari 1 persen, didorong oleh ekspektasi mengenai naiknya permintaan akibat data ekonomi positif dari Eropa. Sementara itu pasokan masih ketat akibat terhambatnya ekspor dari Libya.
Penutupan beberapa pelabuhan di Libya menghambat ekspor minyak sebesar beberapa ratus ribu barel per hari dari Negara tersebut. Pemogokan oleh para pekerja di sector perminyakan, pegawai negeri dan para pekerja pelabuhan membuat terhambatnya proses ekspor.
Para investor juga menantikan keputusan Fed mengenai kelanjutan program stimulus moneter. Fed akan mengeluarkan kebijakannya hari Kamis dini hari atau Rabu waktu setempat.
Harga minyak mentah jenis WTi ditutup menguat sebesar 88 sen di posisi 97.48 dollar per barel. Sementara itu harga minyak mentah Brent menguat sebesar 2 dollar per barel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah akan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk sementara ini harga minyak mentah akan mengalami pergerakan pada kisaran 95 – 99 dollar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar